Posted by: syaunarahman | January 28, 2011

Tugas Pendidikan Agama Islam

PEMBAGIAN TUGAS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEMESTER 3 2010 – 2011
KELAS : XI MM
NO. Nama Materi Standar Kompetensi
1 Anggi Sulistiani 1. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Manusia dan Tugasnya sebagai Khalifah di Bumi
2. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Keikhlasan dalam Beribadah
3. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Allah SWT melalui Pemahaman Sifat-sifat-Nya dalam Asmaul Husna
2 Bunga Perwita Sari 1. (Akhlaq) Membiasakan Perilaku Terpuji tentang Husnuzhan
2. (Fiqih) Memahami Sumber Hukum Islam, Hukum Taklifi dan Hikmah Ibadah
3. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Keteladanan Rasulullah SAW dalam Membina Ummat Periode Mekkah
3 Dea Clarissa Safitri 1. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Demokrasi / Musyawarah
2. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Malaikat-malaikat Allah SWT
3. (Akhlaq) Membiasakan Perilaku Terpuji tentang Adab Berpakaian, Berhias, Perjalanan, Bertamu, dan Menerima Tamu
4 Diah Purnama Sari 1. (Akhlaq) Menghindari Perilaku Tercela tentang Hasud, Riya dan Aniaya/Dzalim
2. (Fiqih) Memahami Hukum Islam tentang Infaq, Zakat, Haji dan Waqaf
3. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Keteladanan Rasulullah SAW dalam Membina Ummat Periode Madinah
5 Dika Fernandy. K 1. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Kompetisi dalam Kebaikan
2. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Perintah Menyantuni Kaum Dhu’afa
3. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Rasul-rasul Allah SWT
6 Dika Permana Handri 1. (Akhlaq) Membiasakan Periaku Terpuji tentang Taubat dan Raja’
2. (Fiqih) Memahami Hukum Islam tentang Mu’amalah (Transaksi Ekonomi dalam Islam)
3. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Perkembangan Islam pada Abad Pertengahan
7 Eka Herlina 1. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Perintah Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup
2. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Kitab-kitab Allah SWT
3. (Akhlaq) Membiasakan Perilaku Terpuji tentang Menghargai Karya Orang Lain
8 Eva Afriayani 1. (Akhlaq) Menghindari Perilaku Tercela tentang Dosa Besar
2. (Fiqih) Memahami Hukum Islam tentang Pengurusan Jenazah
3. (Fiqih) Memahami Khutbah, Tabligh dan Da’wah
9 Fadhli Aldiansyah Nur 1. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Perkembangan Islam pada Masa Modern
2. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Anjuran Bertoleransi
3. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Etos Kerja
10 Febri Rahmadany. L.T 1. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Hari Akhir
2. (Akhlaq) Membiasakan Perilaku Terpuji tentang Ridlo, Perilaku Produktif, Adil, Biujaksana, Berfikir Matang, dan Amal Shaleh
3. (Fiqih) Memahami Hukum Islam tentang Keluarga (Munakahat)
11 Friska Febriani 1. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Perkembangan Islam di Indonesia
2. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Perkembangan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi )
3. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Qada dan Qadar
12 Hari Sudrajad 1. (Akhlaq) Membiasakan Perilaku Terpuji tentang Persatuan dan Kerukunan
2. (Akhlaq) Menghindari Perilaku Tercela tentang Israf, riddah, tabdzir, ghibah, dan fitnah
3. (Fiqih) Memahami Hukum Islam tentang Mawarits
13 Hasan Ali Alatas 1. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Perkembangan Islam di Dunia
2. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Manusia dan Tugasnya sebagai Khalifah di Bumi
3. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Keikhlasan dalam Beribadah
14 Intan purnama Sari 1. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Allah SWT melalui Pemahaman Sifat-sifat-Nya dalam Asmaul Husna
2. (Akhlaq) Membiasakan Perilaku Terpuji tentang Husnuzhan
3. (Fiqih) Memahami Sumber Hukum Islam, Hukum Taklifi dan Hikmah Ibadah
15 Istiqomah 1. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Keteladanan Rasulullah SAW dalam Membina Ummat Periode Mekkah
2. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Demokrasi / Musyawarah
3. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Malaikat-malaikat Allah SWT
16 Kiki Riski Putri 1. (Akhlaq) Membiasakan Perilaku Terpuji tentang Adab Berpakaian, Berhias, Perjalanan, Bertamu, dan Menerima Tamu
2. (Akhlaq) Menghindari Perilaku Tercela tentang Hasud, Riya dan Aniaya/Dzalim
3. (Fiqih) Memahami Hukum Islam tentang Infaq, Zakat, Haji dan Waqaf
17 Latifah Nur Lianti 1. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Keteladanan Rasulullah SAW dalam Membina Ummat Periode Madinah
2. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Kompetisi dalam Kebaikan
3. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Perintah Menyantuni Kaum Dhu’afa
18 Luthfi Gustiansyah 1. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Rasul-rasul Allah SWT
2. (Akhlaq) Membiasakan Periaku Terpuji tentang Taubat dan Raja’
3. (Fiqih) Memahami Hukum Islam tentang Mu’amalah (Transaksi Ekonomi dalam Islam)
19 Melfinah Oktaviani 1. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Perkembangan Islam pada Abad Pertengahan
2. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Perintah Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup
3. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Kitab-kitab Allah SWT
20 Muhammad Fadli Akbar 1. (Akhlaq) Membiasakan Perilaku Terpuji tentang Menghargai Karya Orang Lain
2. (Akhlaq) Menghindari Perilaku Tercela tentang Dosa Besar
3. (Fiqih) Memahami Hukum Islam tentang Pengurusan Jenazah
21 Muhammad Reza Zufrial 1. (Fiqih) Memahami Khutbah, Tabligh dan Da’wah
2. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Perkembangan Islam pada Masa Modern
3. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Anjuran Bertoleransi
22 Muhammad Yulman Afif 1. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Etos Kerja
2. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Hari Akhir
3. (Akhlaq) Membiasakan Perilaku Terpuji tentang Ridlo, Perilaku Produktif, Adil, Biujaksana, Berfikir Matang, dan Amal Shaleh
23 Nining Rustinah 1. (Fiqih) Memahami Hukum Islam tentang Keluarga (Munakahat)
2. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Perkembangan Islam di Indonesia
3. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Perkembangan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi )
24 Rahmi Desfalina 1. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Qada dan Qadar
2. (Akhlaq) Membiasakan Perilaku Terpuji tentang Persatuan dan Kerukunan
3. (Akhlaq) Menghindari Perilaku Tercela tentang Israf, riddah, tabdzir, ghibah, dan fitnah
25 Randi Firnanda 1. (Fiqih) Memahami Hukum Islam tentang Mawarits
2. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Perkembangan Islam di Dunia
3. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Manusia dan Tugasnya sebagai Khalifah di Bumi
26 Refiana Nurjanah 1. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Keikhlasan dalam Beribadah
2. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Allah SWT melalui Pemahaman Sifat-sifat-Nya dalam Asmaul Husna
3. (Akhlaq) Membiasakan Perilaku Terpuji tentang Husnuzhan
27 Rian Apriyana 1. (Fiqih) Memahami Sumber Hukum Islam, Hukum Taklifi dan Hikmah Ibadah
2. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Keteladanan Rasulullah SAW dalam Membina Ummat Periode Mekkah
3. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Demokrasi / Musyawarah
28 Rizal Syahputra 1. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Malaikat-malaikat Allah SWT
2. (Akhlaq) Membiasakan Perilaku Terpuji tentang Adab Berpakaian, Berhias, Perjalanan, Bertamu, dan Menerima Tamu
3. (Akhlaq) Menghindari Perilaku Tercela tentang Hasud, Riya dan Aniaya/Dzalim
29 Sannelia Darana 1. (Fiqih) Memahami Hukum Islam tentang Infaq, Zakat, Haji dan Waqaf
2. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Keteladanan Rasulullah SAW dalam Membina Ummat Periode Madinah
3. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Kompetisi dalam Kebaikan
30 Sarah Muthia 1. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Perintah Menyantuni Kaum Dhu’afa
2. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Rasul-rasul Allah SWT
3. (Akhlaq) Membiasakan Periaku Terpuji tentang Taubat dan Raja’
31 Susilowati 1. (Fiqih) Memahami Hukum Islam tentang Mu’amalah (Transaksi Ekonomi dalam Islam)
2. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Perkembangan Islam pada Abad Pertengahan
3. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Perintah Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup
32 Tiara Annisa 1. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Kitab-kitab Allah SWT
2. (Akhlaq) Membiasakan Perilaku Terpuji tentang Menghargai Karya Orang Lain
3 (Akhlaq) Menghindari Perilaku Tercela tentang Dosa Besar
Posted by: syaunarahman | January 28, 2011

Tugas Pendidikan Agama Islam

PEMBAGIAN TUGAS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEMESTER 3 2010 – 2011
KELAS : XI PM 2
NO. Nama Materi Standar Kompetensi
1 Norita Ostin 1. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Manusia dan Tugasnya sebagai Khalifah di Bumi
2. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Keikhlasan dalam Beribadah
3. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Allah SWT melalui Pemahaman Sifat-sifat-Nya dalam Asmaul Husna
2 Nova Dwi Andiani 1. (Akhlaq) Membiasakan Perilaku Terpuji tentang Husnuzhan
2. (Fiqih) Memahami Sumber Hukum Islam, Hukum Taklifi dan Hikmah Ibadah
3. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Keteladanan Rasulullah SAW dalam Membina Ummat Periode Mekkah
3 Nur Afwa Laila 1. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Demokrasi / Musyawarah
2. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Malaikat-malaikat Allah SWT
3. (Akhlaq) Membiasakan Perilaku Terpuji tentang Adab Berpakaian, Berhias, Perjalanan, Bertamu, dan Menerima Tamu
4 Nur Hasifah 1. (Akhlaq) Menghindari Perilaku Tercela tentang Hasud, Riya dan Aniaya/Dzalim
2. (Fiqih) Memahami Hukum Islam tentang Infaq, Zakat, Haji dan Waqaf
3. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Keteladanan Rasulullah SAW dalam Membina Ummat Periode Madinah
5 Nur Hikmah 1. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Kompetisi dalam Kebaikan
2. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Perintah Menyantuni Kaum Dhu’afa
3. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Rasul-rasul Allah SWT
6 Nur Is Suryani 1. (Akhlaq) Membiasakan Periaku Terpuji tentang Taubat dan Raja’
2. (Fiqih) Memahami Hukum Islam tentang Mu’amalah (Transaksi Ekonomi dalam Islam)
3. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Perkembangan Islam pada Abad Pertengahan
7 Nur Rizki Amelia 1. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Perintah Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup
2. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Kitab-kitab Allah SWT
3. (Akhlaq) Membiasakan Perilaku Terpuji tentang Menghargai Karya Orang Lain
8 Nur Laila Nisfa 1. (Akhlaq) Menghindari Perilaku Tercela tentang Dosa Besar
2. (Fiqih) Memahami Hukum Islam tentang Pengurusan Jenazah
3. (Fiqih) Memahami Khutbah, Tabligh dan Da’wah
9 Oktavia Eka Setiani 1. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Perkembangan Islam pada Masa Modern
2. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Anjuran Bertoleransi
3. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Etos Kerja
10 Putri Parwanti 1. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Hari Akhir
2. (Akhlaq) Membiasakan Perilaku Terpuji tentang Ridlo, Perilaku Produktif, Adil, Biujaksana, Berfikir Matang, dan Amal Shaleh
3. (Fiqih) Memahami Hukum Islam tentang Keluarga (Munakahat)
11 Rahmawati Julintan 1. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Perkembangan Islam di Indonesia
2. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Perkembangan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi )
3. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Qada dan Qadar
12 Reni Oktavianti 1. (Akhlaq) Membiasakan Perilaku Terpuji tentang Persatuan dan Kerukunan
2. (Akhlaq) Menghindari Perilaku Tercela tentang Israf, riddah, tabdzir, ghibah, dan fitnah
3. (Fiqih) Memahami Hukum Islam tentang Mawarits
13 Reza Arifiandari 1. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Perkembangan Islam di Dunia
2. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Manusia dan Tugasnya sebagai Khalifah di Bumi
3. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Keikhlasan dalam Beribadah
14 Rian Rahmaningrum 1. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Allah SWT melalui Pemahaman Sifat-sifat-Nya dalam Asmaul Husna
2. (Akhlaq) Membiasakan Perilaku Terpuji tentang Husnuzhan
3. (Fiqih) Memahami Sumber Hukum Islam, Hukum Taklifi dan Hikmah Ibadah
15 Rifaldi Aprian 1. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Keteladanan Rasulullah SAW dalam Membina Ummat Periode Mekkah
2. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Demokrasi / Musyawarah
3. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Malaikat-malaikat Allah SWT
16 Rika Risdiana 1. (Akhlaq) Membiasakan Perilaku Terpuji tentang Adab Berpakaian, Berhias, Perjalanan, Bertamu, dan Menerima Tamu
2. (Akhlaq) Menghindari Perilaku Tercela tentang Hasud, Riya dan Aniaya/Dzalim
3. (Fiqih) Memahami Hukum Islam tentang Infaq, Zakat, Haji dan Waqaf
17 Ristina Eka Ariyani 1. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Keteladanan Rasulullah SAW dalam Membina Ummat Periode Madinah
2. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Kompetisi dalam Kebaikan
3. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Perintah Menyantuni Kaum Dhu’afa
18 Robi’us Sakinah 1. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Rasul-rasul Allah SWT
2. (Akhlaq) Membiasakan Periaku Terpuji tentang Taubat dan Raja’
3. (Fiqih) Memahami Hukum Islam tentang Mu’amalah (Transaksi Ekonomi dalam Islam)
19 Sakdiah 1. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Perkembangan Islam pada Abad Pertengahan
2. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Perintah Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup
3. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Kitab-kitab Allah SWT
20 Septiani 1. (Akhlaq) Membiasakan Perilaku Terpuji tentang Menghargai Karya Orang Lain
2. (Akhlaq) Menghindari Perilaku Tercela tentang Dosa Besar
3. (Fiqih) Memahami Hukum Islam tentang Pengurusan Jenazah
21 Shifa Fauziah 1. (Fiqih) Memahami Khutbah, Tabligh dan Da’wah
2. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Perkembangan Islam pada Masa Modern
3. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Anjuran Bertoleransi
22 Siti Amaliah 1. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Etos Kerja
2. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Hari Akhir
3. (Akhlaq) Membiasakan Perilaku Terpuji tentang Ridlo, Perilaku Produktif, Adil, Biujaksana, Berfikir Matang, dan Amal Shaleh
23 Siti Kholilah 1. (Fiqih) Memahami Hukum Islam tentang Keluarga (Munakahat)
2. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Perkembangan Islam di Indonesia
3. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Perkembangan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi )
24 Siti Nurjanah 1. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Qada dan Qadar
2. (Akhlaq) Membiasakan Perilaku Terpuji tentang Persatuan dan Kerukunan
3. (Akhlaq) Menghindari Perilaku Tercela tentang Israf, riddah, tabdzir, ghibah, dan fitnah
25 Suciana Rahayu 1. (Fiqih) Memahami Hukum Islam tentang Mawarits
2. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Perkembangan Islam di Dunia
3. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Manusia dan Tugasnya sebagai Khalifah di Bumi
26 Susilawati 1. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Keikhlasan dalam Beribadah
2. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Allah SWT melalui Pemahaman Sifat-sifat-Nya dalam Asmaul Husna
3. (Akhlaq) Membiasakan Perilaku Terpuji tentang Husnuzhan
27 Taufik Ramadhan 1. (Fiqih) Memahami Sumber Hukum Islam, Hukum Taklifi dan Hikmah Ibadah
2. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Keteladanan Rasulullah SAW dalam Membina Ummat Periode Mekkah
3. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Demokrasi / Musyawarah
28 Tika Puspitasari 1. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Malaikat-malaikat Allah SWT
2. (Akhlaq) Membiasakan Perilaku Terpuji tentang Adab Berpakaian, Berhias, Perjalanan, Bertamu, dan Menerima Tamu
3. (Akhlaq) Menghindari Perilaku Tercela tentang Hasud, Riya dan Aniaya/Dzalim
29 Tiop Rezky 1. (Fiqih) Memahami Hukum Islam tentang Infaq, Zakat, Haji dan Waqaf
2. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Keteladanan Rasulullah SAW dalam Membina Ummat Periode Madinah
3. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Kompetisi dalam Kebaikan
30 Wahyu Burohman B 1. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Perintah Menyantuni Kaum Dhu’afa
2. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Rasul-rasul Allah SWT
3. (Akhlaq) Membiasakan Periaku Terpuji tentang Taubat dan Raja’
31 Widya Pratiwi 1. (Fiqih) Memahami Hukum Islam tentang Mu’amalah (Transaksi Ekonomi dalam Islam)
2. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Perkembangan Islam pada Abad Pertengahan
3. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Perintah Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup
32 Wulan Sari 1. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Kitab-kitab Allah SWT
2. (Akhlaq) Membiasakan Perilaku Terpuji tentang Menghargai Karya Orang Lain
3 (Akhlaq) Menghindari Perilaku Tercela tentang Dosa Besar
33 Yoan Prastiwi 1. (Fiqih) Memahami Hukum Islam tentang Pengurusan Jenazah
2. (Fiqih) Memahami Khutbah, Tabligh dan Da’wah
3. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Perkembangan Islam pada Masa Modern
34 Yuni Dwi Korani 1. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Anjuran Bertoleransi
2. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Etos Kerja
3. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Hari Akhir
35 Yuni Kartika 1. (Akhlaq) Membiasakan Perilaku Terpuji tentang Ridlo, Perilaku Produktif, Adil, Biujaksana, Berfikir Matang, dan Amal Shaleh
2. (Fiqih) Memahami Hukum Islam tentang Keluarga (Munakahat)
3. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Perkembangan Islam di Indonesia
36 Zenilda Ramadhani 1. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Perkembangan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi )
2. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Qada dan Qadar
3. (Akhlaq) Membiasakan Perilaku Terpuji tentang Persatuan dan Kerukunan
Posted by: syaunarahman | January 28, 2011

PEMBAGIAN TUGAS PAI KELAS XI PM 1, PM 2, DAN MM

PEMBAGIAN TUGAS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEMESTER 3 2010 – 2011
KELAS : XI PM 1
NO. Nama Materi Standar Kompetensi
1 Aiga Rahmadiana 1. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Manusia dan Tugasnya sebagai Khalifah di Bumi
2. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Keikhlasan dalam Beribadah
3. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Allah SWT melalui Pemahaman Sifat-sifat-Nya dalam Asmaul Husna
2 Ajeng Nilta Adriani 1. (Akhlaq) Membiasakan Perilaku Terpuji tentang Husnuzhan
2. (Fiqih) Memahami Sumber Hukum Islam, Hukum Taklifi dan Hikmah Ibadah
3. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Keteladanan Rasulullah SAW dalam Membina Ummat Periode Mekkah
3 Alvina Agustin 1. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Demokrasi / Musyawarah
2. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Malaikat-malaikat Allah SWT
3. (Akhlaq) Membiasakan Perilaku Terpuji tentang Adab Berpakaian, Berhias, Perjalanan, Bertamu, dan Menerima Tamu
4 Anisa Diyarni 1. (Akhlaq) Menghindari Perilaku Tercela tentang Hasud, Riya dan Aniaya/Dzalim
2. (Fiqih) Memahami Hukum Islam tentang Infaq, Zakat, Haji dan Waqaf
3. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Keteladanan Rasulullah SAW dalam Membina Ummat Periode Madinah
5 Anita 1. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Kompetisi dalam Kebaikan
2. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Perintah Menyantuni Kaum Dhu’afa
3. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Rasul-rasul Allah SWT
6 Anjar Agi Prasanti 1. (Akhlaq) Membiasakan Periaku Terpuji tentang Taubat dan Raja’
2. (Fiqih) Memahami Hukum Islam tentang Mu’amalah (Transaksi Ekonomi dalam Islam)
3. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Perkembangan Islam pada Abad Pertengahan
7 Ardani Thrustha 1. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Perintah Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup
2. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Kitab-kitab Allah SWT
3. (Akhlaq) Membiasakan Perilaku Terpuji tentang Menghargai Karya Orang Lain
8 Ari Winarni 1. (Akhlaq) Menghindari Perilaku Tercela tentang Dosa Besar
2. (Fiqih) Memahami Hukum Islam tentang Pengurusan Jenazah
3. (Fiqih) Memahami Khutbah, Tabligh dan Da’wah
9 Christianto Wibowo Non Islam
10 Claudia Najmi 1. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Perkembangan Islam pada Masa Modern
2. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Anjuran Bertoleransi
3. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Etos Kerja
11 Dona Fitriana 1. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Hari Akhir
2. (Akhlaq) Membiasakan Perilaku Terpuji tentang Ridlo, Perilaku Produktif, Adil, Biujaksana, Berfikir Matang, dan Amal Shaleh
3. (Fiqih) Memahami Hukum Islam tentang Keluarga (Munakahat)
12 Eka Novera 1. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Perkembangan Islam di Indonesia
2. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Perkembangan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi )
3. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Qada dan Qadar
13 Elisabet Non Islam
14 Elvira Alvi Syahrin 1. (Akhlaq) Membiasakan Perilaku Terpuji tentang Persatuan dan Kerukunan
2. (Akhlaq) Menghindari Perilaku Tercela tentang Israf, riddah, tabdzir, ghibah, dan fitnah
3. (Fiqih) Memahami Hukum Islam tentang Mawarits
15 Evi Delima Sari 1. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Perkembangan Islam di Dunia
2. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Manusia dan Tugasnya sebagai Khalifah di Bumi
3. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Keikhlasan dalam Beribadah
16 Fajrin Lili Pekerti 1. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Allah SWT melalui Pemahaman Sifat-sifat-Nya dalam Asmaul Husna
2. (Akhlaq) Membiasakan Perilaku Terpuji tentang Husnuzhan
3. (Fiqih) Memahami Sumber Hukum Islam, Hukum Taklifi dan Hikmah Ibadah
17 Fiska Khairiyyah Putri 1. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Keteladanan Rasulullah SAW dalam Membina Ummat Periode Mekkah
2. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Demokrasi / Musyawarah
3. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Malaikat-malaikat Allah SWT
18 Fitri Amelia 1. (Akhlaq) Membiasakan Perilaku Terpuji tentang Adab Berpakaian, Berhias, Perjalanan, Bertamu, dan Menerima Tamu
2. (Akhlaq) Menghindari Perilaku Tercela tentang Hasud, Riya dan Aniaya/Dzalim
3. (Fiqih) Memahami Hukum Islam tentang Infaq, Zakat, Haji dan Waqaf
19 Fridara Noviana 1. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Keteladanan Rasulullah SAW dalam Membina Ummat Periode Madinah
2. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Kompetisi dalam Kebaikan
3. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Perintah Menyantuni Kaum Dhu’afa
20 Hardiantika 1. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Rasul-rasul Allah SWT
2. (Akhlaq) Membiasakan Periaku Terpuji tentang Taubat dan Raja’
3. (Fiqih) Memahami Hukum Islam tentang Mu’amalah (Transaksi Ekonomi dalam Islam)
21 Ina Sabrina 1. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Perkembangan Islam pada Abad Pertengahan
2. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Perintah Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup
3. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Kitab-kitab Allah SWT
22 Indri Nur Fitri 1. (Akhlaq) Membiasakan Perilaku Terpuji tentang Menghargai Karya Orang Lain
2. (Akhlaq) Menghindari Perilaku Tercela tentang Dosa Besar
3. (Fiqih) Memahami Hukum Islam tentang Pengurusan Jenazah
23 Inggit Dwi Cahya April 1. (Fiqih) Memahami Khutbah, Tabligh dan Da’wah
2. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Perkembangan Islam pada Masa Modern
3. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Anjuran Bertoleransi
24 Intan Yulia 1. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Etos Kerja
2. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Hari Akhir
3. (Akhlaq) Membiasakan Perilaku Terpuji tentang Ridlo, Perilaku Produktif, Adil, Biujaksana, Berfikir Matang, dan Amal Shaleh
25 Ismiati 1. (Fiqih) Memahami Hukum Islam tentang Keluarga (Munakahat)
2. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Perkembangan Islam di Indonesia
3. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Perkembangan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi )
26 Iyar Yuniar 1. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Qada dan Qadar
2. (Akhlaq) Membiasakan Perilaku Terpuji tentang Persatuan dan Kerukunan
3. (Akhlaq) Menghindari Perilaku Tercela tentang Israf, riddah, tabdzir, ghibah, dan fitnah
27 Kiki Restiani 1. (Fiqih) Memahami Hukum Islam tentang Mawarits
2. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Perkembangan Islam di Dunia
3. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Manusia dan Tugasnya sebagai Khalifah di Bumi
28 Komalasari 1. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Keikhlasan dalam Beribadah
2. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Allah SWT melalui Pemahaman Sifat-sifat-Nya dalam Asmaul Husna
3. (Akhlaq) Membiasakan Perilaku Terpuji tentang Husnuzhan
29 Maratul Basitoh 1. (Fiqih) Memahami Sumber Hukum Islam, Hukum Taklifi dan Hikmah Ibadah
2. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Keteladanan Rasulullah SAW dalam Membina Ummat Periode Mekkah
3. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Demokrasi / Musyawarah
30 Marissa Utari 1. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Malaikat-malaikat Allah SWT
2. (Akhlaq) Membiasakan Perilaku Terpuji tentang Adab Berpakaian, Berhias, Perjalanan, Bertamu, dan Menerima Tamu
3. (Akhlaq) Menghindari Perilaku Tercela tentang Hasud, Riya dan Aniaya/Dzalim
31 Marzuji 1. (Fiqih) Memahami Hukum Islam tentang Infaq, Zakat, Haji dan Waqaf
2. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Keteladanan Rasulullah SAW dalam Membina Ummat Periode Madinah
3. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Kompetisi dalam Kebaikan
32 Melati Amalia 1. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Perintah Menyantuni Kaum Dhu’afa
2. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Rasul-rasul Allah SWT
3. (Akhlaq) Membiasakan Periaku Terpuji tentang Taubat dan Raja’
33 Nahruludin Ali 1. (Fiqih) Memahami Hukum Islam tentang Mu’amalah (Transaksi Ekonomi dalam Islam)
2. (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami Perkembangan Islam pada Abad Pertengahan
3. (Al Qur’an) Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Perintah Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup
34 Hilda Silvia 1. (Aqidah) Meningkatkan Keimanan kepada Kitab-kitab Allah SWT
2. (Akhlaq) Membiasakan Perilaku Terpuji tentang Menghargai Karya Orang Lain
3 (Akhlaq) Menghindari Perilaku Tercela tentang Dosa Besar

Materi Bahan Pelajaran/Modul  Pendidikan Agama Islam

Kelas : XI PM 1, PM 2, MM, dan TP4 SMK Negeri 48 Jakarta

Iman Kepada Kitab-Kitab Allah

clip_image002[1]

Dalam bab ini akan dijelaskan tentang pengertian iman kepada Kitab-kitab Allah. Dalil Naqli Iman Kepada Kitab-Kitab Allah, Kedudukan Kitab Allah bagi manusia, fungsi serta hikmah iman kepada Kitab-kitab Allah.

TUJUAN MODUL :

Siswa dapat :

1. Menjelaskan pengertian iman kepada Kitab-kitab Allah SWT.

2. Menjelaskan dalil naqli tentang kitab-kitab

3. Siswa mampu menjelaskan isi pokok yang terkandung dalam kitab-kitab Allah.

4. Menjelaskan kedudukan kitab-kitab Allah bagi manusia

5. Menjelaskan fungsi serta hikmah kepada kitab-kitab Allah

6. Menerapkan perilaku yang mencerminkan penghayatan beriman kepada kitab-kitab Allah SWT.

Segala yang ada dalam modul ini dikerjakan secara mandiri dengan bantuan guru baik individu maupun kelompok.

Bagaimana cara mempelajari modul ini ?

Untuk mudahnya kita ikuti petunjuk belajar berikut ini :

1. Baca uraian materi pada tiap-tiap kegiatan dengan baik.

2. Kerjakan semua latihan dan tugas-tugas yang terdapat dalam modul

3. Setelah mengerjakan secara tuntas tanyakan kunci jawaban kepada guru

4. Catatlah bagian-bagian yang belum anda pahami kemudian diskusikan dengan teman anda atau tanyakan kepada guru atau oang yang dianggap mampu

5. Bila anda belum menguasai 75% dari kegiatan maka ulangi kembali langkah-langkah dengan seksama

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari kegiatan ini anda diharapkan mempunyai kemampuan sesuai indikator dibawah ini :

1. Menjelaskan pengertian iman kepada Kitab-kitab Allah.

2. Menjelaskan dalil naqli tentang Kitab-kitab Allah

3. Siswa mampu menjelaskan tentang isi pokok yang terkandung dalam Kitab-kitab Allah

4. Menjelaskan kedudukan kitab-kitab Allah bagi manusia

5. Menjelaskan fungsi serta hikmah beriman kepada kitab-kitab Allah.

6. Menerapkan perilaku yang mencerminkan penghayatan beriman kepada kitab-kitab Allah.

Tadarus

clip_image001[5] Q.S. Al Hadid (57) : 25

لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ وَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ

Artinya : “Sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya Padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha kuat lagi Maha Perkasa".

clip_image001[6] Q.S. Ar Ra’du (13) : 38

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلا مِنْ قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةً وَمَا كَانَ لِرَسُولٍ أَنْ يَأْتِيَ بِآيَةٍ إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ لِكُلِّ أَجَلٍ كِتَابٌ

Artinya : “Dan Sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan. dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat (mukjizat) melainkan dengan izin Allah. bagi tiap-tiap masa ada kitab (yang tertentu)”[777.

[777] Tujuan ayat ini ialah pertama-tama untuk membantah ejekan-ejekan terhadap Nabi Muhammad s.a.w. dari pihak musuh-musuh beliau, karena hal itu merendahkan martabat kenabian. keduanya untuk membantah Pendapat mereka bahwa seorang Rasul itu dapat melakukan mukjizat yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya bilamana diperlukan, bukan untuk dijadikan permainan. bagi tiap-tiap Rasul itu ada kitabnya yang sesuai dengan Keadaan masanya.

clip_image001[7] Q.S. Al An’aam  (6) : 89 – 90

أُولَئِكَ الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ فَإِنْ يَكْفُرْ بِهَا هَؤُلاءِ فَقَدْ وَكَّلْنَا بِهَا قَوْمًا لَيْسُوا بِهَا بِكَافِرِينَ

أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهِ قُلْ لا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِنْ هُوَ إِلا ذِكْرَى لِلْعَالَمِينَ

Artinya : “Mereka Itulah orang-orang yang telah Kami berikan Kitab, hikmat dan kenabian jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya, Maka Sesungguhnya Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya(89).

Mereka Itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, Maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah: "Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan (Al-Quran)." Al-Quran itu tidak lain hanyalah peringatan untuk seluruh ummat”(90).

clip_image001[8] Q.S. An Nisaa  (4) : 136

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ

وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا بَعِيدًا

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.

clip_image001[9] Q.S. Az Zumar (39) : 41

إِنَّا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ لِلنَّاسِ بِالْحَقِّ فَمَنِ اهْتَدَى فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا وَمَا أَنْتَ عَلَيْهِمْ بِوَكِيلٍ

Artinya : “Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Al kitab (Al Quran) untuk manusia dengan membawa kebenaran; siapa yang mendapat petunjuk Maka (petunjuk itu) untuk dirinya sendiri, dan siapa yang sesat Maka Sesungguhnya Dia semata-mata sesat buat (kerugian) dirinya sendiri, dan kamu sekali-kali bukanlah orang yang bertanggung jawab terhadap mereka”.

clip_image003[1]

Beriman kepada kitab-kitab Allah swt termasuk rukun iman yang ketiga. Kitab Allah merupakan kumpulan dari firman-firman-Nya. Para rasul diberikan kitab oleh Allah swt. Kitab suci yang wajib kita imani sesuai yang tercantum dalam Al-Qur’an ada empat macam.

Manusia hendaknya dalam kehidupannya berpedoman terhadap kitab suci untuk meraih kebahagiaan hidup. Kitab suci yang paling lengkap dan menyempurnakan kitab-kitab suci sebelumnya ialah Al-Qur’an. Sebagai umat Islam hendaknya tidak hanya sekedar pandai membaca Al-Qur’an. Akan tetapi senantiasa membaca dan mengamalkan isinya agar hidup bahagia di dunia sampai akhirat. Al-Qur’an harus dijadikan acuan dalam kehidupan agar mendapat kesuksesan.

A. PENGERTIAN IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH

Kitabullah adalah kumpulan wahyu-wahyu Allah SWT yang disampaikan kepada para rasul yang mengandung petunjuk dan kebenaran. Ajaran-ajaran dalam kitabullah tersebut sesuai dengan zamannya. Oleh karena isi katab-kitab tersebut hanya sesuai untuk zamannya masing-masing, maka isi kitabullah yang satu berbeda dengan yang lain.

Iman kepada kitab-kitab Allah artinya mempercayai dan meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah swt telah menurunkan kitab-kitab--Nya kepada para rasul utusan-Nya yang berisi petunjuk kepada jalan kebenaran agar manusia mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Orang beriman wajib percaya bahwa Allah menurunkan kitab-Nya kepada para rasul, seperti kitab Taurat kepada Nabi Musa a.s, kitab Zabur kepada Nabi Daud a.s, kitab Injil kepada Nabi Isa a.s, dan kitab Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad saw. Karena itu pada dasarnya kitab-kitab Allah tersebut satu sama lain ada kaitannya. Contoh hubungan Al Qur’an dengan kitab Allah SWT lainnya ialah :

a. Menjadi saksi tentang kebenaran adanya kitab-kitab Allah SWT sebelumnya (Q.S. Al Maidah (5) : 48)

b. Menjawab dan menyelesaikan perbedaan-perbedaan pendapat para penganut agama sebelumnya (Q.S. An Nahl (16) : 64)

c. Mengoreksi kitab Allah SWT sebelumnya yang sudah dirubah oleh manusia yang ingkar. Contoh :

1) Tentang ajaran Trinitas (Q.S. Al Maidah (5)  : 73)

2) Tentang Nabi Isa a.s. (Q.S. Ali ‘Imraan (3) : 49 -59)

3) Tentang penyaliban Nabi Isa a.s. (Q.S. An Nisa (4) : 157-158)

4) Tentang Nabi Luth a.s. (Q.S. Al Ankabut (29) : 28-30, Q.S. Al A’raaf (7): 80-84)

5) Tentang Nabi Sulaiman a.s. (Q.S. Al Baqarah(2) : 102, Q.S. An Naml (27) :14 – 44)

6) Dan sebagainya

Dengan demikian jelas bagi kita bahwa kedudukan kitab-kitab Allah itu adalah sebagai petunjuk dan pedoman hidup bagi manusia. Sebagaimana dinyatakan dalam firman Allah pada Surah Al-Baqarah sebagai berikut:

 البقرة :۲ )             ذَلِكَ الْكِتَابُ لا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ  )

Artinya: “Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa”. (Q.S. Al-Baqarah (2): 2)

Sebagai petunjuk dan pedoman hidup, dalam kitab tersebut dijelaskan tentang tata cara hubungan manusia dengan Allah swt, hubungan manusia dengan dirinya sendiri, hubungan manusia dengan sesama manusia, dan hubungan manusia dengan alam lingkungannya.

Kewajiban orang mukmin adalah beiman kepada seluruh kitab-kitab Allah swt, sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 285. Oleh karena antara kitab satu dengan kitab yang lainnya saling terkait.

Disamping Allah menurunkan kitab-kitab-Nya, Allah juga menurunkan suhuf-suhuf kepada para rasul-Nya. Misalnya kepada Nabi Idris, Ibrahim, Musa, dan lainnya. Suhuf adalah wahyu Allah yang disampaikan kepada rasul, tetapi masih berupa lembaran-lembaran yang terpisah. Persamaan dan perbedaan antara kitab dan suhuf yaitu :

Persamaan :

Kitab dan suhuf sama-sama berasal dari wahyu Allah SWT

Perbedaan :

1) Isi kitab lebih lengkap dari pada suhuf

2) Kitab dibukukan, sedangkan suhuf tidak dibukukan

Menurut pendapat yang masyhur, jumlah kitab Allah sebanyak 104 kitab. Ada juga yang berpendapat kitan Allah SWT berjumlah 114. Menurut Syeikh Suhaimi, banyaknya kitab itu tidak dapat dihitung sehingga kita hanya diwajibkan beriman kepada 4 kitab, Taurat, Zabur, Injil, dan Al Qur’an.

B. DASAR BERIMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH SWT.

Sebagai rukun iman yang ketiga, iman kepada Kitab-kitab Allah SWT ini memiliki landasan (dalil) dalam pengambilan hukumnya. Sehingga bagi setiap orang muslim wajib ain hukumnya beriman kepada kitab-kitab Allah itu. Di antara dalil yang menunjukkan adanya kewajiban iman kepada kitab-kitab Allah SWT antara lain :

a. Q.S Al-Baqarah (2) ayat 285:

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

Artinya: “Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah , malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat." (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali."

b. Q.S. Al-Baqarah (2) ayat 136

قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالأسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَمَا أُوتِيَ

النَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

Artinya: “Katakanlah (hai orang-orang mukmin): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".

c. Q.S. An-Nisa’ (4) ayat 136

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا بَعِيدًا

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.

d. Hadits

ﻋَﻦْﺣُﻤَﻴْﺪﺑﻦﻋﺒﺪﭐﻟﺮﺣﻤﻦﭐﻟﺤﻤﻴﺮﻱﻗﺎﻝﻗﺎﻝﺭﺳﻮﻝﭐﷲﺹﻡﭐﻹِْﻳْﻤَﺎﻥُأَﻥْﺗُﺆْﻣِﻦَﺑِﺎﷲِﻭَﻣَﻠٰﺌِﻜَﺘِﻪِﻭَﻛُﺘُﺒِﻪِﻭَﺭُﺳُﻠِﻪِﻭَﭐﻟْﻴَﻮْﻡِﭐﻵْﺧِﺮِﻭَﺗُﺆْﻣِﻦَﺑِﺎﻟْﻘَﺪَﺭِﺧَﻴْﺮِﻩِﻭَﺷَﺮﱢﻩِ

Artinya : “Dari Humaid bin Abdurrahman Al Humairi berkata, telah bersabda Rasulullah SAW : ‘’Iman itu ialah engkau percaya kepada Allah SWT, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan percaya kepada qadar yang baik dan buruk’’. (H.R. Muslim).

C. ISI POKOK YANG TERKANDUNG DALAM KITAB-KITAB ALLAH SWT

Adapun secara umum tentang isi pokok yang terkandung dalam kitab-kitab Allah SWT, keterangannya sebagai berikut :

1. Taurat

Taurat dalam bahasa Ibrani, Thora, yaitu kitab yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Musa a.s. untuk membimbing kaumnya Bani Israel. Firman Allah SWT Q.S. Al Israan : 2 ;

وَآتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَجَعَلْنَاهُ هُدًى لِبَنِي إِسْرَائِيلَ أَلا تَتَّخِذُوا مِنْ دُونِي     

‎وَكِيلا

Artinya : Dan Kami berikan kepada Musa kitab (Taurat) dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman): "Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku”.

Taurat merupakan salah satu dari 3 komponen, yaitu thora, nabiin, dan khetubiin. Tiga komponen ini terdapat dalam kitab suci agama Yahudi yang disebut Biblia (Al Kitab). Orang-orang Kristen menyebutnya Old Testament (Perjanjian Lama). Kitab-kitab dalam perjanjian lama yang termasuk Taurat adalah kitab Kejadian (Genesis), kitab Keluaran (Exodus), kitab Imamat (Leviticus), kitab Bilangan (Numbers), dan kitab Ulangan (Deuteronomy). Kitab Taurat ketika diturunkannya menggunakan bahasa Suryani. Di antara ajaran pokok dalam Taurat berisi tentang Sepuluh Perintah Tuhan (The Ten Commandement), yang isinya ialah :

a. Hormati dan cintai satu Allah

b. Sebutlah nama Allah dengan hormat

c. Kuduskanlah hari Tuhan (hari Sabat).

d. Hormatilah ibu dan bapakmu

e. Jangan membunuh

f. Jangan bercabul / berzina

g. Jangan mencuri

h. Jangan berdusta

i. Janmgan ingin berbuat cabul

j. Jangan ingin memiliki barang orang lain dengan cara yang tidak halal

2. Zabur

Zabur adalah nama kitab yang diberikan kepada Nabi Daud a.s., Zabur berasal dari zabara-yazburu-zabur yang berarti menulis. Zabur dalam bahasa Arab disebut mazmur / mazamir.

Kitab Zabur diturunkan kepada Nabi Daud a.s. dalam bahasa Qibti. Zabur berisi 150 nyanyian yang disenandungkan Nabi Daud a.s. dengan menggunakan semua pengalaman yang dialami pada masa hidupnya, seperti : dosa, pengampunan dosa, suka cita dan kemenangannya atas musuh Allah SWT, dan kemuliaan Allah SWT.

Kitab Zabur merupakan ajaran yang berisi lima jenis nyanyian, yaitu :

a. Nyanyian kebaktian untuk memuji Tuhan

b. Nyanyian perorangan sebagai ucapan syukur kepada Tuhan

c. Ratapan-ratapan jama’ah

d. Ratapan dan doa individu

e. Nyanyian untuk raja

Nabi Daud a.s. menyatakan intisari kitab Taurat yang berupa sepuluh perintah tetap menjadi pedoman hidupnya meskipun Allah SWT menurunkan kitab Zabur kepadanya.

3. Injil

Kitab Injil adalah kitab yang diturunkan kepada Nabi Isa a.s. dalam bahasa Ibrani. Kitab ini isi kandungannya memuat beberapa ajaran pokok, antara lain :

a. Perintah agar kembali kepada Tauhid yang murni (mengesakan Allah).

b. Ajaran yang menyempurnakan kitab Taurat (tidak menghapuskan hukum yang terkandung dalam kitab Taurat).

c. Ajaran agar hidup sederhana (zuhud) dan menjauhi sifat tamak (rakus).

d. Pembenaran terhadap kitab-kitab yang datang sebelumnya.

e. Menyampaikan akan kedatangan rasul setelahnya.

Kitab Injil yang sekarang berbeda dengan kitab Injil yang diterima Nabi Isa a.s., karena bentuknya yang sekarang ada sejumlah pengikut Nabi Isa a.s. yang memasukkan karangannya ke dalam kitab Injil. Mereka itu adalah Matius, Markus, Lukas, dan Yahya (Yohanes). Oleh karena itu Injil tersebut dinamakan sesuai dengan pengarangnya yaitu : Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas, dan Injil Yahya/Yohanes.

Pada mulanya terdapat kurang lebih 70 buah kitab Injil. Injil sebanyak itu pada umumnya membawakan isi yang simpang siur satu sama lain. Ketika diadakan Synodes (muktamar gereja-gereja) di Nicea pada tahun 325 M, diputuskan hanya empat Injil di atas yang diakui gereja. Injil yang tidak diakui gereja disebut Apocrypha, yaitu injil-injil yang tertolak.

Adapun injil-injil yang dinyatakan tertolak, antara lain adalah :

1) Injil Petrus

2) Injil Ibrani

3) Injil Thomas

4) Injil Yakobus

5) Injil Barnabas

6) Injil Dua Belas

7) Injil Yudas Iskariot

8) Injil Andreas

9) Injil Bartholomeus

10) Injil Nikodemus

11) Injil Marthias

12) Injil Ebionea

13) Injil Philip

14) Injil Maria

15) Injil Apeles

16) Injil Marcion

17) Injil Yakobus Kecil

18) Injil Orang-0rang Mesir

Di antara kitab Injil yang disebutkan di atas, yang isinya mirip dengan keterangan dalam ayat suci Al Qur’an adalah Injil Barnabas. Adapun ajaran Injil Barnabas adalah sebagai berikut :

a) Yesus tidak disalib, yang disalib sebenarnya ialah Yudas Iskariot yang diserupakan oleh Tuhan (baik rupa dan suaranya). Yesus sendiri naik ke langit bersama malaikat.

b) Yesus bukan anak Allah, bukan pula Tuhan, tetapi seorang rasul Allah.

c) Messias (ratu adil atau juru selamat) atau Al Masih yang dinanti-nantikan, bukanlah Yesus, tetapi Nabi Muhammad s.a.w. nabi dan rasul Allah yang terakhir.

d) Putera Ibrahim yang akan disembelih karena perintah Allah ialah Ismail, bukan Ishaq, seperti yang tersebut dalam perjanjian lama yang ada sekarang

4. Al Qur’an

Al Qur’an merupakan kitab suci umat Islam, Al Qur’an adalah firman Allah SWT yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad s.a.w. sebagai nabi terakhir merupakan mukjizat bagi yang membacanya bernilai ibadah dengan mendapat pahala. Dinamakan Al Qur’an karena ia merupakan kitab suci yang wajib dibaca (minimal di dalam sholat), dipelajari, dan merupakan ajaran-ajaran wahyu terbaik. Selain itu, Al Qur’an juga dinamakan Al Kitäb (ketetapan atau tulisan), Aż Żikru (peringatan), An Nűr (cahaya yang menerangi), Al Furqän (pembeda antara yang benar dan salah), dan sebagainya.

Al Qur’an diturunkan mempunyai tujuan untuk menyempurnakan kitab-kitab terdahulu (Taurat, Zabur, dan Injil). Dengan diwahyukan Al Qur’an, habis masa berlakunya kitab-kitab itu. Masa berlaku Al Qur’an sampai hari kiamat.

Dengan demikian, arti kepercayaan kita kepada kitab-kitab Allah SWT dapat disimpulkan sebagai berikut :

a) Percaya terhadap kitab Taurat, Zabur, dan Injil yang asli dengan konsekwensi tidak mengamalkan isinya karena masa berlaku kitab tersebut telah habis.

b) Percaya kepada ketiga kitab tersebut bahwa kitab-kitab itu merupakan wahyu dari Allah SWT, sebelum ditambah dan diubah oleh manusia sebagaimana sekarang ini.

c) Terhadap kitab Taurat, Zabur, dan Injil yang terhimpun dalam Bible atau AlKitab, kita tidak wajib mempercayainya, apalagi mengamalkan ajarannya.

d) Terhadap kita suci Al Qur’an, kita harus percaya dan mengamalkan isinya dalam kehidupan sehari-hari.

Pada dasarnya isi yang terkandung dalam kitab-kitab Allah SWT, perinsipnya sama, yaitu :

i. Mengajak manusia agar tidak menyekutukan Allah SWT atau menanamkan jiwa tauhid.

ii. Mendidik dan membimbing kejalan yang benar sehingga dapat hidup bahagia, dan sejahtera di dunia dan di akhirat.

iii. Mengajak manusia untuk melaksanakan perintah-Nya.

iv. Mengajak manusia agar meninggalkan larangan-Nya.

v. Menjelaskan tentang janji-janji Allah bagi yang mematuhi perintah-Nya.

vi. Menjelaskan tentang ancaman bagi yang melanggar larangan-Nya.

D. KEDUDUKAN KITAB-KITAB ALLAH

1. Sebagai pedoman hidup bagi manusia dalam hubungan manusia dengan Allah swt

Firman Allah dalam Q.S. Az-Zariyat (51) ayat 56

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

( الذاريات :٥٦ )

Artinya: “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku”.

2. Sebagai pedoman hidup manusia dalam hubungan terhadap dirinya sendiri

Firman Allah dalam Q.S. Az-Zariyat (51) ayat 21

وَفِي أَنْفُسِكُمْ أَفَلا تُبْصِرُونَ

( الذاريات :۲۱ )

Artinya: “Dan (juga) pada dirimu sendiri, maka apakah kamu tidak memperhatikan”. (Q.S. Az-Zariyat : 21)

Dalam Q.S. At-Tahrim (66) : 6  dinyatakan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

( التحريم( ٦٦ ): ٦ )

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Q.S. At-Tahrim (66) : 6)

3. Hubungan manusia dengan manusia

Prinsip dasar ajaran Islam tentang hubungan dengan sesama manusia adalah bekerjasama dalam kebaikan, bukan dalam kejahatan. Firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Maidah (5) : 2 sebagai berikut:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ

( المائدة :۲ )

Artinya: “Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan …”. (Q.S. Al-Maidah : 2)

Disebutkan juga dalam Q.S. Luqman (31) ayat 20, Q.S. Az-Zukhruf (43) ayat 32, Q.S. Saba’ (34) ayat 28.

4. Sebagai pedoman hidup manusia dalam hubungannya dengan alam dan lingkungannya

Sesuai firman Allah swt dalam Surah Luqman (31) ayat 20

أَلَمْ تَرَوْا أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَأَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهُ ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةً وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُجَادِلُ فِي اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَلا هُدًى وَلا كِتَابٍ مُنِيرٍ

( لقمان : ۲۰ )

Artinya: “Tidaklah kamu memperhatikan bahwa Allah telah menundukkan apa yang ada di langit dan yang ada di bumi untuk (kepentingan) mu, dan mnyempurnakan nikmat-Nya untukmu lahir dan batin …” (Q.S. Luqman : 20)

Kemudian dalam Surah Hud  (11) : 61 Allah berfirman:

…..  هُوَ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الأرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا     ……..

…( هود : ۱ ٦ )

Artinya: “… Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya …”. (Q.S. Hud (11): 61)

Kemudian dalam Surah Al-Qasas ( 28  )  : 77 dikatakan:

…  . وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الأرْضِ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

( القصص:٧٧ )

Artinya: “Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sungguh Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan”. (Q.S. Al-Qasas (28) : 77)

Dalam Suarah Ar-Rum (30) : 41 dikatakan lebih jelas lagi sebagai berikut:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

( الروم:٤۱ )

Artinya: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. (Q.S. Ar-Rum (30) : 41)

E. FUNGSI IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH

1. Dalam kehidupan pribadi

Dengan meyakini kebenaran kitab Allah swt sebagai pedoman hidup dapat berfungsi sebagai stabilisator dalam hidup dan kehidupannya

ذَلِكَ الْكِتَابُ لا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ

( البقرة:۲ )

Artinya: “Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa”. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 2)

Dalam ayat yang lain:

أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

( البقرة:۵ )

Artinya: “Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka dan merekalah orang-orang yang beruntung”. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 5)

2. Dalam kehidupan bermasyarakat

Manusia hendaknya saling menghargai, menghormati, dan memandang bahwa manusia itu adalah sama, tidak ada yang lebih tinggi atau yang lebih rendah.

Sesuai firman Allah dan Q.S. Al-Hujurat (49) : 13

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

( الحجرات:۱۳ )

Artinya: “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui Maha teliti”. (Q.S. Al-Hujurat(49): 13)

3. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

Iman kepada kiatab-kitab Allah dalam pengamalannya mengajarkan kepada umat manusia untuk memajukan bangsa dan negaranya sesuai bidangnya masing-masing. Maju atau mundurnya suatu bangsa dan negara tergantung pada sikap dan mental warga negaranya. Sesuai Q.S. Ar-Ra’d (13) ayat 11.

Sedangkan secara umum fungsi iman kepada Kitab-kitab Allah itu ialah :

1. Mempunyai iman yang kukuh dan mantap

2. Selalu mendapat hidayah beribadah kepada Allah

3. Sabar dalam menerima cobaan dan syukur ketika mendapat nikmat

4. Mempunyai kepekaan dan kepedulian sosial yang tinggi

5. mempunyai sikap optimis dalam beribadah kepada Allah

Adapun tanda-tanda penghayatan terhadap iman kepada kitab suci Allah dalam perilaku sehari-hari:

a. Meyakini dengan sepenuh hati, bahwa agama Islam adalah agama yang paling haq (benar). (Q.S. Ali-Imran (3) : 19 dan 85, Q.S. At-Taubah (9) : 122, Q.S. Aś-Śåf (61) : 8-9)

b. Terhadap diri sendiri, untuk memerhatikan kesehatan jasmani dengan cara berusaha dan bekerja untuk mencari nafkah dan menjauhi perbuatan dosa.

c. Bagi yang telah berkeluarga, ia akan memiliki tanggung jawab terhadap keluarganya sesuai dengan posisinya. (Q.S. At-Tahrïm (66) : 6)

d. Timbul sikap peduli untuk saling mengerti dan berbuat baik terhadap orang lain dan lingkungannya.

e. Memiliki rasa tanggung jawab terhadap bangsa dan negara. Menjadikan bangsa yang dapat mandiri dan terbebas dari pengaruh dan tekanan dari mana pun. Sehingga menjadikan bangsa yang bermartabat dalam pergaulan antar bangsa. (Q.S. Al-A’räf (7): 96)

F. KITAB SUCI AL-QUR’AN

1. Arti Al-Qur’an

Al-Qur’an menurut bahasa berarti bacaan atau yang dibaca. Adapun menurut istilah yaitu kalamullah (firman-firman Allah SWT) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw lewat Malaikat Jibril yang merupakan mukjizat, ditulis dalam mushaf dan diriwayatkan secara mutawir serta termasuk ibadah bagi yang membacanya. Orang yang dalam hidupnya selalu berpedoman terhadap Al-Qur’an niscaya hidupnya akan mendapatkan kebahagiaan sampai akhirat. Al-Qur’an diturunkan oleh Allah SWT secara bertahap atau berangsur-angsur, diturunkan selama lebih kurang 23 tahun, atau tepatnya 22 tahun 2 bulan dan 22 hari.

Wahyu Al-Qur’an yang pertama turun ialah Surah Al-‘Alaq ayat 1 sampai 5 ketika Nabi Muhammad sedang berkhalwat di Gua Hira’ dan pada malam tanggal 17 Ramadhan turunlah wahtu Al-Qur’an yang pertama tersebut, sedangkan yang terakhir turun ialah Surah Al-Maidah ayat 4 pada saat Rasulullah saw sedang melaksanakan ibadah haji di Mekah, tepatnya ketika sedang wukuf di Arafah.

2. Cara-cara Alqur’an diturunkan

Nabi Muhammad saw dalam menerima wahyu Al-Qur’an mengalami bermacam-macam cara dan keadaan, diantaranya ialah:

a. Malaikat Jibril memasukkan wahyu kedalam hati Nabi Muhammad saw , cara seperti ini beliau tidak melihat sesuatu apapun, hanya beliau merasa sudah berada saja dalam kalbunya. Hal ini sesuai dengan Surah Asy-Syura’ ayat 51.

b. Malaikat Jibril menampakkan diri seperti laki-laki dan mengucapkan kata-kata kepadanya, sehingga beliau mengetahui dan hafal benar kata-kata itu (seperti ketika menerima wahyu yang pertama kali)

c. Wahyu turun kepada beliau seperti gemerincingnya lonceng. Cara ini adalah yang amat berat dirasakan oleh Nabi Muhammad saw. Kadang-kadng pada keningnya bercucuran keringat, meskipun ketika turunnya wahyu tersebut pada saat musim dingin.

d. Malaikat menampakkan dirinya kepada Nabi Muhammad saw tidak seperti orang laki-laki, akan tetapi benar-benar menmpakkan dirinya dengan rupa yang aslinya. Hal ini seperti dijelaskan di dalam Al-Qur’an Surah An-Najm ayat 13-14.

3. Ayat-ayat Makkiyah dan ayat-ayat Madaniyah

Ditinjau dari segi turunnya, Al-Qur’an dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu ayat Makkiyah dan ayat Madaniyah.

a. Ayat Makkiyah yaitu ayat-ayat yang diturunkan di Mekah atau sebelum Nabi Muhammad saw hijrah ke Madinah.

b. Ayat Madaniyah yaitu ayat-ayat yang diturunkan di Madinah atau sesudah Nabi Muhammad saw hijrah ke Madinah.

Ayat-ayat Makiyah dari isi 19/30 Al-Qur’an yang terdiri atas 86 surah, sedang ayat-ayat Madaniyah dari 11/30  isi Al-Qur’an terdiri dari 28 surah.

4. Surah-surah dalam Al-Qur’an

Surah-surah dalam Al-Qur’an ditinjau dari segi panjang dan pendeknya terbagi atas empat bagian, yaitu:

a. As-Sab’ut Ťiwäl, artinya ialah tujuh surah yang panjang, yaitu terdiri dari: Surah Al-Baqarah, Ali-Imran, An-Nisa’, Al-A’raf, Al-An’am, Al-Maidah, dan Yunus.

b. Al-Mi’űn yaitu surah-surah yang berisi kira-kira seratus ayat lebih, seperti Surah Hud, Yusuf, Al-Mu-min dan sebagainya.

c. Al-Mašänï, yaitu surah-surah yang berisi kurang sedikit dari seratus ayat. Seperti: Al-Anfal, Al-Hijr.

d. Al-Mufassal, yaitu surah-surah yang pendek, misalnya: Ad-Dhuha, Al-Asr, Al-Ma’un, Al-Kausar, Al-Ikhlas, dan sebagainya.

5. Kedudukan Al-Qur’an

Kedudukan Al-Qur’an sebagai wahyu Allah berfungsi sebagai mukjizat Rasulullah Muhammad saw, yang tak dapat ditiru manusia (Q.S. Yunus (10) : 38), sebagai pedoman hidup bagi setiap muslim dalam megakkan keadilan (Q.S. Al-Maidah (5) : 49) dan sebagai korektor dan penyempurna terhadap kitab-kitab Allah sebelumnya (Q.S. Al-Maidah  (5) : 48) yang bernilai abadi.

a. Sebagai mukjizat Rasulullah s.a.w

Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar yang dikaruniakan Allah swt kepada Nabi Muhammad saw. Al-Qur’an mudah dimengerti, indah didengar, tidak membosankan ketika dibaca dan dihafal oleh berjuta-juta umat di dunia ini, indah susunan dan gaya bahasanya, isi dan kandungannya bernilai lengkap dan universal. Keistimewaannya adalah tidak ada seorang pun yang mampu berbuat sesuatu ayat atau karangan yang sama nilainya dengan Al-Qur’an.

Firman Allah swt dalam Surah Al-Isra’ (17) : 88

قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الإنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَذَا الْقُرْآنِ لا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا

( الإسراء:۸۸ )

Artinya: “Katakanlan, “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa (dengan) Al-Qur’an ini mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun mereka saling membantu satu sama lain. ” (Q.S. Al-Isra’(17): 88)

b. Sebagai pedoman hidup

Al-Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman hidup yang membawa kebahagiaan dunia dan akhirat bagi seluruh umat manusia sampai akhir zaman. Ajarannya senantiasa dipelihara kebenaran dan kemurniannya oleh Allah swt, karena mengandung segala hal yang diperlukan oleh manusia (akidah, ibadah, akhlak, dan muamalah) sebagaimana firman-Nya dalam Q.S. Ibrahim (14) : 1.

…… الر كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ

( إبراهيم :۱ )

Artinya: “Alif lam ra. (ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu (Muhammad) agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya terang-benderang …”. (Q.S. Ibrahim: 1)

c. Sebagai korektor dan penyempurna

Al-Qur’an membenarkan, melengkapi, mengoreksi, dan menjelaskan kitab-kitab Allah yang terdahulu tentang ajaran yang belum sempurna, dan yang telah diubah atau dipalsukan oleh manusia. Firman Allah Q.S. Al-Maidah: 48

….  وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ

( المائدة :٤۸ )

Artinya: “Dan Kami telah menurunkan kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kita-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya …”. (Q.S. Al-Maidah(5) : 48)

Sebagai contoh koreksi-koreksi yang dikemukakan Al-Qur’an, antara lain:

1) Tentang ajaran Trinitas (Q.S. Al-Maidah (5) : 73)

2) Tentang Nabi Isa (Q.S. Ali-Imran (3) : 49-59)

3) Tentang penyaliban Nabi Isa (Q.S. An-Nisa’ (4) : 157-158), Ali-Imran (3) : 155)

4) Tentang Nabi Lut (Q.S. Al-Ankabut (29) : 28-30), Q.S. Al-A’raf (7) : 80-84)

5) Tentang Nabi Harun (Q.S. Taha (20) : 90-94)

6) Tentang Nabi Sulaiman (Q.S. Al-Baqarah (2) : 102 dan Q.S. An-Naml (27) : 15-44)

6. Isi Al-qur’an terpelihara keasliannya

a. Jaminan Allah untuk memelihara kemurnian Al-Qur’an

1) Pada masa Nabi Muhammad saw

a. Melalui hafalan dan penghafal Al-Qur’an

Nabi menganjurkan agar ayat-ayat Al-Qur’an dihafal dan dibaca terutama dalam salat, agar ayat-ayat tetap diingat. Untuk memelihara hafalan mereka, Rasulullah saw mengadakan pengulangan terhadap para sahabat dengan cara membaca/menghafal ayat Al-Qur’an. Pengulangan/repetisi hafalan nabi dilakukan oleh malaikat Jibril minimal 1 kali setahun.

b. Dari naskah yang diberikan oleh Nabi saw

Setiap Nabi Muhammad saw menerima wahyu, beliau menyuruh agar ayat-ayat itu dituliskan di batu, kulit, pelepah kurma, dan apa saja yang bisa digunakan untuk menulis. Nabi menerangkan susunan ayat yang mesti ditulis dan melarang menulis selain ayat-ayat Al-Qur’an seperti hadis dan penjelasan yang mereka terima dari Rasulullah saw. Larangan ini dengan maksud agar Al-Qur’an tetap terpelihara kemurniannya dan tidak bercampur dengan yang lainnya.

c. Dari naskah yang ditulis oleh yang pandai membaca dan menulis

Rasulullah saw sangat menghargai dan menghormati kepandaian seseorang dalam menulis dan membaca Al-Qur’an. Tawanan Nabi dalam perang Badar dapat dibebaskan dengan mengajari membaca dan menulis 10 orang muslim sebagai tebusan. Dengan demikian bertambah banyak orang-orang yang mahir menulis dan membaca ayat-ayat yang telah diturunkan, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain.

2) Pada masa para sahabat

Dimasa pemerintahan khalifah Usman bin Affan (23-35 H/664-56 M), khalifah meminta kepada Hafsah binti Umar lembaran-lembaran Al-Qur’an yang ditulis dimasa Khalifah Abu Bakar untuk disalin. Kemudian Khalifah Usman membentuk panitia penulis yang terdiri dari Zaid bin Sabit sebagai ketua dengan anggota-anggotanya: Abdullah bin Zubair, Said bin As, dan Abdurrahman bin Haris bin Hisyam. Tugas panitia ini adalah membukukan Al-Qur’an dengan menyalin 5 buah lalu disebarluaskan ke Mekah, Syiria, Basrah, dan Kufah, agar diperbanyak dan disalin. Satu buah ditinggalkan di Madinah untuk Khalifah Usman sendiri. Itulah yang dinamakan “Mushaf Usmani”.

Demikian Al-Qur’an itu dibukukan pada masa sahabat. Semua mushaf yang diterbitkan kemudian harus disesuaikan dengan mushaf Al-Imam. Usaha untuk menjaga kemurnian Ai-Qur’an itu tetap dilakukan oleh kaum muslimin di seluruh dunia sampai pada generasi sekarang.

3) Di Indonesia

Usaha-usaha untuk kemurnian Al-Qur’an di Indonesia dilakukan dengan berbagai macam cara.

a) Membentuk Lajnah Pentashih Mushaf Al-Qur’an yang bertugas meneliti semua mushaf sebelum diedarkan kepada masyarakat. Panitia ini bergabung di bawah pengawasan Departemen Agama. Pemerintah telah mempunyai Al-Qur’an pusaka yang berukuran 1 x 2 m yang merupakan standar dalam penerbitan Al-Qur’an di Indonesia yang telah disesuaikan dengan mushaf Al-Imam. Setiap satu tahun sekali pemerintah mengadakan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dengan cabang lomba yaitu:

(1) Tilawatil (membaca)

(2) Tahfiz (hafalan)

(3) Syarhil (penguraian makna dan materi ayat)

(4) Khat (penulisan)

(5) Fahmil (pemahaman isi dan kandungan Al-Qur’an)

(6) Murottal (bacaan bagi anak-anak dengan usia tertinggi 18 tahun)

b) Mendirikan Taman Pendidikan Al-Qur’an, Pesantren Al-Qur’an, Lembaga Penghafal Al-Qur’an, Perguruan Tinggi Al-Qur’an, sebagai usaha dalam meningkatkan kemampuan baca tulis, pemahaman pengkajian ilmu-ilmu Al-Qur’an sekaligus memelihara dan menjaga kemurnian Al-Qur’an dari segala macam campur tangan manusia. Sehingga Al-Qur’an yang dimiliki kaum muslimin sama persis dengan Al-Qur’an yang diturunkan Allah swt kepada Nabi Muhammad saw. Terbuktilah jaminan Allah swt, bahwa Al-Qur’an akan tetap terpelihara selamanya.

7. Kandungan Al-Qur’an

Al-Qur’an diturunkan sebagai pedoman hidup bagi mereka yang ingin mencapai kehidupan bahagia di dunia dan akhirat. Ajaran Al-Qur’an begitu luas dan mencakup seluruh aspek kehidupan. Secara garis besar isi Al-Qur’an mencakup:

a. Akidah/Keimanan

Al-Qur’an memberikan tuntutan yang jelas, terang, sempurna, dalam meyakini ke Mahaesaan Allah swt.

…َ وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لا إِلَهَ إِلا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

( التوبة :31 )

Artinya: “… padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuha Yang Mahaesa, tidak ada tuhan selain Dia. Mahasuci Dia dari apa yang mereka persekutukan”. (Q.S. At-Taubah(9): 31)

b. Ibadah

Ibadah dalam arti khusus adalah hubungan manusia (makhluk) dengan Allah (Khaliq) dikerjakan semata-mata dengan niat ikhlas untuk mencapai keridhaan Allah dan sesuai dengan syariat seperti yang tercakup dalam Rukun Islam yang kelima, yakni syahadat, salat, zakat, puasa, dan haji.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

( البقرة :۲۱ )

Artinya: “Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa”. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 21)

c. Akhlak

Al-Qur’an memberikan tuntunan agar manusia bersikap dan berperilaku yang baik dan terpuji (akhlakul karimah) dengan menjauhi sikap dan perilaku tercela (akhlakul mazmumah). Profil akhlakul karimah sudah terdapat pada diri Rasullullah saw untuk kita jadikan contoh dan suri tauladan.

Firman Allah swt Q.S. Al-Ahzab (33) : 21

…لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

(الأحزاب :۲۱ )

Artinya: “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu …”. (Q.S. Al-Ahzab(33):21)

d. Mu’amalah

Mu’amalah dalam Al-Qur’an adalah penuntun dalam pergaulan dan pemenuhan kebutuhan antara sesama manusia sebagai makhluk sosial, seperti perdagangan, pertanian, perindustrian, dan lain-lain. Firman Allah swt dalam Q.S. Ql-Baqarah (2) : 282 ;

…… يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ

( البقرة :۲٨۲ )

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya”. (Q.S. Al-Baqarah(33): 282)

e. Syariah

Hukum syariah di dalam Al-Qur’an menyangkut hubungan lahiriah antara manusia dengan Allah, antar sesama manusia dan antara manusia dengan alam sekitarnya, yang garis besarnya terdiri dari:

1) Hukum ibadah, yaitu ketentuan-ketentuan hubungan antara manusia dengan Allah swt (salat, puasa, zakat, dan haji)

2) Hukum munakahat (perkawinan/pernikahan)

3) Hukum Faraid (warisan)

4) Hukum muamalah dan hukum perdata

5) Hukum jinayat (ketentuan tentang tindak kejahatan jiwa, pencurian, perampokan, pembunuhan)

6) Hukum jihad (ketentuan tentang perang, dsb)

f. Tarikh (kisah-kisah)

Al-Qur’an banyak mengandung kisah-kisah perjalanan umat-umat terdahulu, baik yang taat dan patuh, maupun yang ingkar dan durhaka adalah menjadi pelajaran berharga bagi umat-umat sesudahnya. (Q.S. Yusuf (12) :111)

g. Tazkir (peringatan)

Al-Qur’an dalam memperingatkan umat manusia menggunakan dua cara yaitu:

1) Wa’ad dan wa’id yaitu janji baik terhadap orang yang beriman dan janji buruk (ancaman) terhadap orang yang ingkar. (Q.S. Az-Zumar (39) : 71-73)

2) Targhib dan tarhib yaitu gambaran yang menyenangkan dan gambaran yang menakutkan tentang nikmat dan siksa di akhirat. (Q.S. Al-Anbiya’ (21) : 90)

h. Dasar-dasar pengembangan ilmu pengetahuan

Al-Qur’an banyak memberi petunjuk dan dorongan untuk memikirkan dan meneliti alam semesta agar bermanfaat untuk keperluan pembangunan dan kemakmuran umat manusia. Firman Allah swt

…….  قُلِ انْظُرُوا مَاذَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ

( يونس :۱۰۱ )

Artinya: “Katakanlah, “Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi!”. (Q.S. Yunus (10) :101)

يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالإنْسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ تَنْفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ فَانْفُذُوا لا تَنْفُذُونَ إِلا بِسُلْطَانٍ

( الرحمن :۳۳ )

Artinya: “Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah).” (Q.S. Ar-Rahman(55): 33)

Di dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, antara lain:

1) Bidang Astronomi (Q.S. Ar-Rahman (55) : 33)

2) Bidang Psikologi (Q.S. Asy-Syams (91) : 7-10)

3) Bidang Biologi (Q.S. Al-Mu’minun (23) : 12-14)

4) Bidang Gizi (Q.S. An-Nahl (16) : 66)

5) Bidang Teknologi (Q.S. Al-Hadid (57) : 25)

6) Bidang Kesehatan (Q.S. An-Nahl (16) : 65-69)

7) Bidang Geografi (Q.S. Ar-Rahman (55) : 19-20)

8) Dan masih banyak lagi contoh-contoh lainnya

Al-Qur’an sebagai pedoman hidup yang universal dan bertaraf global mengarah dan mendorong manusia agar sukses dalam menempuh kehidupan ini. Supaya berhasil mencapai mufakat kemanusiaan yang sempurna, maka diperlukan keterpaduan penguasaan ilmu pengetahuan yang didasari oleh Iman dan Taqwa (imtaq).

8. Menunjukkan sikap dan perilaku yang mencerminkan penghayatan terhadap iman pada Al-Qur’an

Ada dua jalan yang ditawarkan Al-Qur’an untuk kehidupan ini (Q.S. Al-An’am (6) : 153), Q.S. Hud (11): 112, yaitu:

a. Jalan Hasanah

Berpegang teguh kepada ajaran Allah akan mendapat petunjuk (Q.S. Ali-Imran (3) : 101, Q.S. An-Nisa’ (4):175). Polanya mengikuti Sunah Rasul (Q.S. Al-Ahzab (33) : 21), hasil yang akan didapat hasanah di dunia dan hasanah di akhirat. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 201)

b. Jalan Su’ul Ma’ab/Fukur (Q.S. Al-An’am (6) : 153)

Jalan yang simpang siur/sesat seperti kafir (Q.S. Al-Baqarah (2) : 6-7), musyrik (Q.S. An-Nisa’ (4) : 36), fasiq (Q.S. Al-Baqarah (2) : 26), zalim (Q.S. Ibrahim (14) : 27), berbuat maksiat (Q.S. Ar-Rum (30) : 10), dengan mengikuti setan (Q.S. Maryam (19) : 83), hasil yang didapat adalah tempat yang buruk (Q.S. Ali-Imran (3) : 196-197)

Al-Qur’an memberikan kebebasan/kemerdekaan untuk menentukan pilihan. Al-Qur’an memberikan rambu-rambu peringatan agar manusia tidak terperangkap pada pilihan yang salah atau memilih sistem hidup jahiliyah.

a. Belajar pada lingkungan/sejarah (memilih fakta) (Q.S. Ar-Rum (30) : 8-10)

b. Tidak tertipu oleh tipu daya orang kafir (Q.S. Ali-Imran (3) : 196, Q.S. At-Taubah (9) : 55, Q.S. Ali-Imran (3) : 119)

c. Tidak terperangkap dengan kondisi lingkungan (Q.S. Al-An’am (6) : 116, Q.S. Hud (11) : 15-17)

d. Bersikap kritis dan tidak pasrah pada kenyataan (Q.S. Al-Isra’(17) : 36, Q.S. Al-Maidah (5) : 104)

e. Tidak terperangkap/melibatkan pada pola jahiliyah (Q.S. Al-Maidah (5) : 50, Q.S. Al-Baqarah (2) : 170)

f. Berakhlak sebagai pewaris Al-qur’an dengan ciri-ciri sebagai berikut:

1) Mau mendengarkan Al-Qur’an (Q.S. Al-A’raf (7) : 204, Q.S. Al-Maidah (5) : 83)

2) Gemar membaca Al-Qur’an (Q.S. Al-Isra’ (17) : 45-46)

1) Membaca sesuai tajwid (Q.S. Al-Muzzammil (73) : 4)

2) Membaca Al-Qur’an dengan mengetahui terjemahannya (Q.S. Al-Anfal (8) : 2)

3) Membaca Al-Qur’an dengan memahami dan menghayati agar berkah (Q.S. Sad (38) : 29)

3) Selalu bertadabbur dan mengikuti Al-Qur’an (Q.S. Al-Qasas (28) : 17)

4) Selalu mengajarkan dan menyebarkan Al-Qur’an (Q.S. Al-Isra’ (17) : 9, Q.S. Maryam (19) : 97)

Ada hikmah yang bisa direnungi mengapa Allah menurunkan Al Qur’an kepada umat manusia, di antaranya sebagai berikut :

1. Menjadikan manusia tidak kesulitan dalam menjalani kehidupan (Q.S. Maryam (19) : 33)

2. Mencegah dan mengatasi perselisihan di antara sesama manusia yang disebabkan perselisihan perbedaan pendapat dan merasa bangga apa yang dimilikinya masing-masing (Q.S. Yunus (10) : 19, Q.S. Hud (11) : 118, Q.S. Al Isra (17) : 53)

3. Sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan bertaqwa (Q.S. Al Baqarah (2) : 2-3, Q.S. Ali ‘Imran (3) : 138, Q.S. Ibrahim (14) : 52)

4. Membenarkan adanya kitab-kitab sebelumnya (Q.S. Al Maidah (5) 48)

5. Menginformasikan bahwa setiap umat pada nabi/rasul terdahulu mempunyai syarti’at (aturan) dan jalannya masing-masing dalam menyembah Allah (Q.S. Al Baqarah (2) : 148, Q.S. Al Hajj (22) : 67, Q.S. An Nuur (24) : 41)

6. Menginformasikan bahwa Allah tidak menyukai ajaran tauhid-Nya dipecah belah (Q.S. Al Hijr (16) : 90-91, Q.S. Al Anbiya (21) : 92-93, Q.S. Al Mukminun (23) : 52-54)

7. Menginformasikan perintah/larangan Allah, hukum-hukum Allah, kisah-kisah teladan, juga taqdir serta sunnatullah untuk seluruh manusia dan pelajaran bagi yang bertaqwa.

8. Sebagai kumpulan petunjuk Allah bagi seluruh manusia sejak Nabi Adam a.s. sampai Nabi Muhammad s.a.w.

G. HIKMAH BERIMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH

Beriman kepada kitab-kitab Allah akan memberikan hikmah dalam kehidupan orang-orang yang mengimaninya. Di antara hkimah tersebut adalah sebagai berikut :

1. Dijauhkan dari kesulitan hidup, selamat dunia dan akhirat serta mendapat ridlo Allah SWT (Q.S. Thoha (20) : 2)

2. Semakin yakin untuk berperilaku sesuai dengan kitab Allah SWT, tentu seorang muslim berperilaku sesuai dengan ajaran Al Qur’an yang dicontohkan Rasulullah s.a.w. (Q.S. Al Ahzab (33) : 21)

3. Yakin bahwa Allah SWT tidak akan membiarkan makhluk-nya di dunia hidup tanpa arah. (Q.S. Al Maidah (5) :16)

4. Diturunkan kepada hamba-Nya sesuai dengan karakter masing umat-Nya masing-masin g (Q.S. Ibrahim (14) :4)

5. Dapat memberikan ketenangan dan ketentraman dalam hidup (Q.S. Ar Ra’d (13): 28)

H. PENERAPAN SIKAP PERILAKU BERIMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH

Semakin dalam seseorang imannya itu, bila tercermin dari sikap perilaku dalam sehari-hari nampak dari kehidupannya. Di antara sikap perilaku penerapan sikap perilaku beriman kepada kitab-kitab Allah SWT sebagai berikut :

1. Optimis dalam beribadah kepada Allah SWT atas segala usaha yang dilakukannya karena percaya pertolongan Allah SWT sangat dekat kepada orang yang berbuat baik (Q.S.Al A’raaf (7) : 56)

2. Selalu bersyukur bila mendapat nikmat (Q.S. Ibrahim (14) : 7)

3. Tabah dan sabar bila mendapat musibah dan cobaan (Q.S. Al Baqarah (2) : 155-157)

4. Senantiasa meminta pertolongan kepada Allah dalam kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara (Q.S. Al Fatihah (1) : 5)

5. Sebagai pedoman dan contoh perilaku di masyarakat (Q.S. Ali ‘Imran (3) : 110)

6. Mendorong seseorang untuk melakukan hal-hal yang baik bagi masyarakat (Q.S. Ali ‘Imran (3) : 104)

7. Sebagai motivator, dinamisator, dan stabilisator dalam kehidupan, sehingga hubungan terjalin secara serasi, selaras dan seimbang.

TUGAS KEGIATAN BELAJAR 2

Bahaslah dan bicarakan bersama kelompok belajarmu, kemudian tulislah hasilnya dalam selembar kertas. Tulislah dengan baik dan bahasa yang jelas!

1. Apa yang perlu dilakukan, jika kalian mendengar dan atau mengetahui sendiri bahwa kitab sucimu (Al-Qur’an) direndahkan oleh seseorang? Misalnya: Al-Qur’an itu hanya buatan Muhammad yang berarti buatan manusia.

2. Bagaimana pemeliharaan Al-Qur’an pada masa khalifah Usman bin Affan r.a?


TES FORMATIF 2

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar!

1. Apa pengertian “kitab” dan “iman kepada kitab-kitab Allah”?

Jawab :

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

2. Tuliskan kitab-kitab Allah yang wajib kita imani beserta sebutkan nama rasul penerimanya!

Jawab: ………………………………………………………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

3. Tulislah salah satu dalil Naqli dan terjemahnya tentang dasar beriman kepada kitab-kitab Allah!

Jawab :

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

4. Sebutkan 10 pokok ajaran Taurat !

Jawab :

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

5. Sebutkan inti ajaran yang terdapat dalam Injil Barnabas !

Jawab :

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

6. Sebutkan Injil yang tidak ditolak oleh gereja !

Jawab :

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

7. Bagaimana sikap seorang muslim terhadap kitab terdahulu (sebelum Al Qur’an) ?

Jawab :

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

8. Apa yang kamu ketahui tentang suhuf dan mushaf itu?

Jawab: ………………………………………………………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

9. Mengapa Allah SWT menurunkan kitab-kitab kepada manusia sesuai dengan zamannya ? Jelaskan !

Jawab: ………………………………………………………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

10. Jelaskan cara-cara Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad saw?

Jawab: ………………………………………………………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

11. Sebutkan fungsi iman kepada kitab-kitab Allah !

Jawab :

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

12. Bagaimana hikmah yang dapat diambil dari iman kepada kitab-kitab Allah ? Sebutkan !

Jawab :

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

13. Bagaimana ciri-ciri orang yang berakhlak sebagai pewaris Al-Qur’an?

Jawab :

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

14. Apa bentuk sikap periku iman kepada kitab-kitab Allah ? Sebutkan !

Jawab: ………………………………………………………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

clip_image002

IMAN KEPADA ALLAH SWT.

Dalam bab ini akan dijelaskan tentang pengertian iman kepada Malaikat. Dalil Naqli Iman Kepada Malaikat, Kedudukan malaikat dan Manusia, wujud dan tugas malaikat serta fungsi iman kepada malaikat.

KOMPETENSI DASAR

5.1 Menjelaskan tanda-tanda beriman kepada malaikat.

5.2 Menampilkan contoh-contoh perilaku beriman kepada malaikat.

5.3 Menampilkan perilaku sebagai cerminan beriman kepada malaikat dalam kehidupan sehari-hari.

TUJUAN MODUL :

Siswa dapat :

1. Menjelaskan pengertian iman kepada Malaikat.

2. Menjelaskan dalil naqli tentang malaikat

3. Siswa mampu menjelaskan tentang tanda-tanda orang beriman kepada Malaikat

4. Menjelaskan nama dan tugas-tugas para malaikat.

5. Menjelaskan Kedudukan malaikat dan Manusia

6. Menerapkan perilaku yang mencerminkan penghayatan beriman kepada malaikat.

Segala yang ada dalam modul ini dikerjakan secara mandiri dengan bantuan guru baik individu maupun kelompok.

Bagaimana cara mempelajari modul ini ?

Untuk mudahnya kita ikuti petunjuk belajar berikut ini :

1. Baca uraian materi pada tiap-tiap kegiatan dengan baik.

2. Kerjakan semua latihn dan tugas-tugas yang terdapat dalam modul

3. Setelah mengerjakan secara tuntas tanyakan kunci jawaban kepada guru

4. Catatlah bagian-bagian yang belum anda pahami kemudian diskusikan dengan teman anda atau tanyakan kepada guru atau oang yang dianggap mampu

5. Bila anda belum menguasai 75% dari kegiatan maka ulangi kembali langkah-langkah dengan seksama

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari kegiatan ini anda diharapkan mempunyai kemampuan sesuai indikator dibawah ini :

1. Menjelaskan pengertian iman kepada Malaikat.

2. Menjelaskan dalil naqli tentang malaikat

3. Siswa mampu menjelaskan tentang tanda-tanda orang beriman kepada Malaikat

4. Menjelaskan nama dan tugas-tugas para malaikat

5. Menjelaskan Kedudukan malaikat dan Manusia

6. Menerapkan perilaku yang mencerminkan penghayatan beriman kepada malaikat.

B. TADARRUS

1. Q.S. Al Baqarah : 177

لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَالْمَلائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

Artinya : “ Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. mereka Itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka Itulah orang-orang yang bertakwa”.

2. Q.S. An Nisa : 136

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا بَعِيدًا

Artinya : “ Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari Kemudian, Maka Sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya”.

3. Q.S. An Nahl : 49 – 50

وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ مِنْ دَابَّةٍ وَالْمَلائِكَةُ وَهُمْ لا يَسْتَكْبِرُونَ

يَخَافُونَ رَبَّهُمْ مِنْ فَوْقِهِمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

¬!Artinya : “ Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) Para malaikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri {49}. Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka) {50}.

4. Q.S. At Tahrim : 6

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”.

C. MATERI POKOK

“IMAN KEPADA MALAIKAT”

D. URAIAN MATERI :

clip_image003

Iman berasal dari kata اٰ ﻣَﻦَ - ﻳُﺆْﻣِﻦُﺇِﻳْﻤَﺎﻧﹱﺎ , yang artinya percaya dan membenarkan. Menurut bahasa, iman adalah pengakuan kebenaran sesuatu dengan hati. Di dalam Islam, iman memiliki arti sebagai berikut :

ﺗَﺼْﺪِﻳْﻖٌﺑِﺎﻟْﻘَﻠْﺐِﻭَﺇِﻗْﺮَﺍﺭٌﺑِﺎﻟﻠﱢِﺴَﺎﻥِﻭَﻋَﻤَﻞٌﺑِﺎْﻷَﺭْﻛَﺎﻥِ

Artinya : Iman itu ialah membenarkan dengan hati, mengikrarkan dengan lisan (ucapan), dan dibuktikan dengan amal perbuatan.

Iman mencakup tiga aspek, yaitu pembenaran dengan hati, ucapan dengan lisan, dan pembuktian dengan amal perbuatan. Ketiganya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Ada empat hal pokok yang perlu diimani. Keempat pokok tersebut adalah sebagai berikut :

a. Ketuhanan adalah hal yang berkaitan dengan nama, sifat dan kekuasaan Allah SWT.

b. Kenabian/kerasulan adalah hal yang berkaitan dengan para nabi/rasul, sifat-sifatnya, tugasnya, dan kesucian peribadinya.

c. Ruhaniyyat adalah hal yang berkaitan dengan alam lain seperti : malaikat, jin dan roh.

d. Sam’iyyat adalah hal yang berkaitan dengan alam gaib, seperti : alam barzakh, alam kubur, hari kiamat, dan alam akhirat.

1. PENGERTIAN IMAN KEPADA MALAIKAT

Kata malaikat adalah jama’ dari kata malakun ( ﻣَﻠَﻚٌ ) yang artinya utusan. Menurut istilah, malaikat adalah makhluk rohani yang bersifat gaib, diciptakan dari nur (cahaya), selalu taat, tunduk serta patuh kepada Allah SWT, dan tidak pernah inkar kepada-Nya. Mereka tidak membutuhkan makan, minum, atau tidur. Mereka tidak mempunyai keinginan apapun secara fisik, serta menghabiskan waktunya siang dan malam hanya untuk mengabdi kepada Allah SWT.

Iman kepada Malaikat merupakan rukun iman yang kedua, sehingga pembahasan dalam bab ini merupakan kelanjutan dari rukun iman kepada Allah sebagai rukun iman yang pertama. Iman kepada Malaikat itu sendiri mengandung makna bahwa kita harus percaya dan yakin dengan sepenuh hati bahwa Malaikat diciptakan dari cahaya (nur) yang diberi tugas oleh Allah dan melaksanakan tugas-tugas tersebut sebagaimana perintah-Nya. Indikator dari orang beriman adalah memiliki keyakinan yang kuat dalam hatinya bahwa di alam semesta ini terdapat Malaikat dan keyakinan tersebut diucapkan melalui lisannya. Wujud kongkrit dari iman tersebut adalah dibuktikan seorang muslim dalam perbuatan sehari-harinya.

Sebagai umat Islam beriman kepada hukumnya fardlu ‘ain (kewajiban yang bersifat individual). Adapun perintah untuk beriman kepada malaikat terdapat di beberapa ayat Al Qur’an dan Hadits Nabi SAW, antara lain hadits yang menerangkan iman kepada malaikat sebagai berikut :

ﻋَﻦْﺣُﻤَﻴْﺪﺑﻦﻋﺒﺪﭐﻟﺮﺣﻤﻦﭐﻟﺤﻤﻴﺮﻱﻗﺎﻝﻗﺎﻝﺭﺳﻮﻝﭐﷲﺹﻡﭐﻹِْﻳْﻤَﺎﻥُأَﻥْﺗُﺆْﻣِﻦَﺑِﺎﷲِﻭَﻣَﻠٰﺌِﻜَﺘِﻪِﻭَﻛُﺘُﺒِﻪِﻭَﺭُﺳُﻠِﻪِﻭَﭐﻟْﻴَﻮْﻡِﭐﻵْﺧِﺮِﻭَﺗُﺆْﻣِﻦَﺑِﺎﻟْﻘَﺪَﺭِﺧَﻴْﺮِﻩِﻭَﺷَﺮﱢﻩِ

Artinya : “Dari Humaid bin Abdurrahman Al Humairi berkata, telah bersabda Rasulullah SAW : ‘’Iman itu ialah engkau percaya kepada Allah SWT, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan percaya kepada qadar yang baik dan buruk’’. (H.R. Muslim).

Sebagai orang yang beriman kepada Allah, tentu akan beriman pula kepada para Malaikat. Hal ini merupakan konsekuensi logis karena Malaikat merupakan salah satu ciptaan-Nya yang harus diyakini eksistensinya dalam alam semesta ini.

Malaikat adalah ciptaan Allah yang berasal dari cahaya (nur) dan senantiasa mengabdi kepada Allah serta tidak pernah berbuat maksiat kepada-Nya. Malaikat ini merupakan makhluk Allah yang selalu melaksanakan tugas-tugas yang diberikan kepada mereka dengan penuh ketaatan, bahkan malaikat juga bersujud kepada manusia, berbeda dengan iblis yang menentang perintah bersujud kepada manusia tersebut. Hal ini disebabkan karena iblis diciptakan Allah dari api (naar).

2. DALIL NAQLI IMAN KEPADA MALAIKAT

Sebagai rukun iman yang kedua, iman kepada Malaikat ini memiliki landasan (dalil) dalam pengambilan hukumnya. Di antara dalil yang menunjukkan adanya kewajiban iman kepada Malaikat antara lain :

a. Q.S Al-Baqarah 285:

clip_image005

Artinya: “Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah , malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat.” (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.”

b. QS AT Tahrim 6

clip_image006

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

c. Q.S An-Nisa’ ayat 136:

clip_image008

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.

  1. Hadits

خلقت الملآئكت من نور وخلق الجان من مارج من نار وخلق ادم مما وصف لكم ( رواه البخاري )

“Malaikat itu diciptakan dari cahaya sedangkan jin dari nyala api dan adam diciptakan dari apa yang telah diterangkan pada kamu semua”. (dari tanah). (H.R. Muslim dan Aisyah).

3. NAMA DAN TAUGAS MALAIKAT

Malaikat merupakan ciptaan Allah yang berwujud sebagai makhluk halus dan ghaib, sehingga Malaikat bersifat abstrak dan immaterial. Jumlah malaikat tidak terbatas, tetapi yang wajib diimani berjumlah 10, yaitu :


No

Nama Malaikat

Tugas

1

Jibril

Menyampaikan wahyu

2

Mikail

Membagi rejeki

3

Izrail

Pencabut nyawa

4

Israfil

Peniup sangkakala

5

Raqib

Pencatat amal baik

6

Atid

Pencatat amal jelek

7

Munkar

Penanya orang mati

8

Nakir

Penanya orang mati

9

Malik

Penjaga neraka

10

Ridwan

Penjaga surga

  1. KEDUDUKAN MANUSIA DAN MALAIKAT

Strata manusia lebih sempurna dan mulia di sisi Allah daripada malaikat. Sebagaimana firman Allah SWT Q.S. Al Isra : 70 :

clip_image010

Artinya : Dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.

Oleh sebab itu Allah SWT, mengangkat manusia menjadi khalifah/wakil Allah (Q.S. 2 : 30). Keterkaitan manusia dan malaikat terletak pada kedudukan dan tugasnya yang berbeda, yaitu sebagai berikut :

· Manusia adalah hamba Allah SWT dan utusannya sebagai khalifah di muka bumi yang bertugas untuk mengelola dan memakmurkan bumi dengan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan makhluk lainnya.

· Malaikat adalah hamba Allah SWT dan utusan-Nya yang bertugas antara lain mengawasi/menjaga perbuatan manusia saat melaksanakan fungsinya sebagai penguasa/khalifah.

Dengan demikian,sesungguhnya malaikat dan manusia adalah sama-sama utusan Allah SWT. Sebagaimana diterangkan dalam Q.S. Al Hajj : 75 ;

clip_image012

Artinya : Allah memilih utusan-utusan-(Nya) dari Malaikat dan dari manusia; Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha melihat.

Antara manusia dengan malaikat terdapat hubungan yang sangat erat. Kedua ciptaan Allah tersebut telah diciptakan Allah sejak dahulu kala. Di samping itu, antara manusia dengan malaikat terdapat persamaan dan perbedaan. Di antara persamaan dari kedua makhluk tersebut adalah :

a. Sama-sama makhluk Allah

b. Sama-sama berkewajiban menyembah kepada Allah

c. Sama-sama memiliki akal

Sedangkan perbedaan antara manusia dengan malaikat adalah:

No

Manusia

Malaikat

1

Nyata

Ghaib

2

Diciptakan dari tanah

Diciptakan dari cahaya

3

Berjenis kelamin

Tidak berjenis kelamin

4

Memiliki nafsu

Tidak memiliki nafsu

5

Bisa dilihat (makhluq kasar)

Tidak bisa dilihat (makhluq halus)

6

Akalnya bersifat dinamis

Akalnya bersifat statis

7

Tidak terjaga dari dosa

Terjaga dari dosa

8

Mengatur, mengelola bumi sebagai khalifah

Mengawasi / menjaga manusia sebagai khalifah

- Tabi’at Malaikat

Tabiat malaikat di antaranya tertuang dalam Al Qur’an antara lain :

clip_image014 Artinya : Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) Para malaikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri {49}. Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka) {50}.

Dari ayat tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa tabiat malaikat yang mencerminkan sifat dan ciri-cirinya itu di antaranya ialah sebagai berikut :

a. Tidak akan pernah menyekutukan Allah, karena hanya kepada Allah bersujud.

b. Takut kepada-Nya dan tidak akan pernah menyombongkan diri.

c. Melaksanakan apa yang diperintahkan Allah tanpa membantah sedikitpun.

d. Malaikat adalah hamba-hamba yang dimuliakan dan tidak pernah mendahului Allah, sebelum ada perintah dari-Nya.

e. Bisa bercakap-cakap dan menjelma menjadi manusia.

Lebih lanjut baca Q.S. At Tahrim : 6, Q.S. Al Anbiya : 26-27, Q.S. Ash Shooffaat : 164-166, Q.S. Maryam : 17 – 21, dan Q.S. Al A’raaf : 206

  1. HIKMAH IMAN KEPADA MALAIKAT

Kewajiban beriman kepada Malaikat ini memiliki beberapa hikmah yang sangat berguna bagi kehidupan manusia. Di antara hikmah beriman kepada malaikat tersebut adalah :

a. Meningkatkan keimanan manusia kepada Allah, mengingat Malaikat merupakan salah satu ciptaan-Nya

b. Membentuk jiwa seorang muslim yang benar-benar bertakwa kepada Allah, karena iman kepada Allah dan iman kepada Malaikat merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan

c. Mendidik manusia agar patuh menjalankan perintah Allah SWT, menjauhi larangan-Nya dan takut kepada adzab-Nya

d. Mendorong manusia untuk senantiasa bertindak hati-hati, karena dia menyadari bahwa setiap perbuatannya selalu diawasi oleh para Malaikat

e. Mendorong manusia untuk selalu meningkatkan amal baik, karena manusia menyadari bahwa sekecil apapun tindakan baiknya akan dicatat oleh Malaikat

f. Menghindarkan diri manusia dari perbuatan tercela yang akan menurunkan martabat dan derajat dari manusia itu sendiri

g. Meyakini bahwa rizki yang diperolehnya pada hakekatnya berasal dari Allah SWT, dan mensyukuri sekecil apapun yang diperolehnya

  1. TANDA-TANDA PERILAKU BERIMAN KEPADA MALAIKAT

Sebagai muslim yang memiliki iman kepada Malaikat, seseorang akan menunjukkan beberapa perilaku yang mengindikasikan dari rasa keimanannya itu sendiri. Di antara tanda-tanda perilaku dari orang yang beriman kepada Malaikat antara lain :

a. Bertindak hati-hati dalam berperilaku keseharian

b. Memiliki kepedulian social dalam hidup dengan masyarakat sekitar

c. Perilaku yang ditampilkan mampu menjadi suri tauladan bagi lingkungannya

d. Selalu berusaha untuk memperbaiki diri sendiri dari waktu ke waktu

e. Berpikiran positif terhadap berbagai kejadian yang terjadi sekitarnya

f. Berusaha sekuat tenaga untuk menghindari berbagai perbuatan buruk

g. Tidak bersikap sombong (riya’) dalam berbuat kebaikan

Dari berbagai uraian di atas, yang menjadi fokus perhatian dari keimanan kepada Malaikat adalah pembentukan sikap dan perbuatan yang menunjukkan keimanan itu sendiri. Inilah yang menjadi indikator penting dalam menilai derajat keimanan seseorang kepada Malaikat.

Adapun penerapan sikap dan perilaku yang mencerminkan beriman kepada malaikat ialah sebagai berikut :

a) Membiasakan dan senang sekali melakukan kegiatan amal saleh, disiplin dan patuh kepada ajaran Islam

b) Bekerja keras (berjihad) dan tidak khawatir, karena yakin akan perlindungan Allah SWT

c) Memurnikan ajaran Islam dengan memantapkan tauhid dalam jiwa, dan menjauhi mempercayai takhayul dan mistik.

d) Menjauhi dan mencegah perbuatan-perbuatan tercela yang tidak diridlai Allah SWT.

e) Waspada dan mawas diri karena merasakan kehadiran malaikat yang senantiasa mengawasinya.

f) Jujur dan meyakini bahwa kelak akan mempertanggungjawabkan semua perbuatannya yang baik dan buruk.

E. Iman kepada Malaikat Jika Diterapkan dalam Kerja / Bisnis.

Pelaku bisnis yang yakin terhadap keberadaan malaikat, serta fungsinya akan semakin qana’ah dan bekerja keras. Firman Allah SWT dalam Q.S. Ar Ra’d ; 11 :

clip_image016

Artinya : “Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah[767]. Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan[768] yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia”.

[767] Bagi tiap-tiap manusia ada beberapa Malaikat yang tetap menjaganya secara bergiliran dan ada pula beberapa Malaikat yang mencatat amalan-amalannya. dan yang dikehendaki dalam ayat ini ialah Malaikat yang menjaga secara bergiliran itu, disebut Malaikat Hafazhah.

[768] Tuhan tidak akan merobah Keadaan mereka, selama mereka tidak merobah sebab-sebab kemunduran mereka.

Dari ayat tersebut di atas, pelaku bisnis tidak perlu backing atau pelindung diri, seperti : pengawal peribadi, centeng, atau senjata api. Cukup malaikat yang menjaganya secara bergantian / bergiliran.

Oleh sebab itu, agar kita dapat dijaga malaikat atas izin Allah SWT, maka kita harus bersikap dan berperilaku yang sesuai dengan keinginan Allah SWT, yang telah terinformasi Al Qur’an sebagai pedoman dan petunjuk hidup manusia. Firman Allah SWT Q.S. Ali ‘Imraan : 138 :

clip_image018

Artinya : (Al Quran) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

Baca lebih lanjut Q.S. 2 : 195, Q.S. 16 : 128, dan Q.S. 3 : 76.

F. RANGKUMAN MATERI

1. Iman kepada Malaikat itu sendiri mengandung makna bahwa kita harus percaya dan yakin dengan sepenuh hati bahwa Malaikat diciptakan dari cahaya (nur) yang diberi tugas oleh Allah dan melaksanakan tugas-tugas tersebut sebagaimana perintah-Nya. Indikator dari orang beriman adalah memiliki keyakinan yang kuat dalam hatinya bahwa di alam semesta ini terdapat Malaikat dan keyakinan tersebut diucapkan melalui lisannya. Wujud kongkrit dari iman tersebut adalah dibuktikan seorang muslim dalam perbuatan sehari-harinya.

2. Iman kepada Malaikat ini memiliki landasan (dalil) dalam pengambilan hukumnya. Di antara dalil yang menunjukkan adanya kewajiban iman kepada Malaikat antara lain :

- Q.S Al-Baqarah 285:

- QS AT Tahrim 6

- Q.S An-Nisa’ ayat 136:

- Hadis-hadis nabi

3. Malaikat bersifat abstrak dan immaterial. Jumlah malaikat tidak terbatas, tetapi yang wajib diimani berjumlah 10

4. Antara manusia dengan malaikat terdapat hubungan yang sangat erat. Kedua ciptaan Allah tersebut telah diciptakan Allah sejak dahulu kala. Di samping itu, antara manusia dengan malaikat terdapat persamaan dan perbedaan.

5. Iman kepada malaikat memiliki hikmah diantaranya meningkatkan iman dan Taqwa kepada Allah , mendorong manusia untuk hati-hati dan meningkatkan amal serta menghindarkan diri dari sifat tercela.

6. Seorang yang beriman kepda malaikat dapat dilihat dari sikap dan perilakunya sehari-hari.

E. LATIHAN DAN TUGAS

Tugas Siswa
  1. Coba anda tuliskan beserta artinya ayat Al Qur’an tentang Malaikat :

o QS. An Nisa’ ayat 136

o QS. An Najm ayat 26

o QS. Ar Ra’d ayat 11

o QS. At Tahrim ayat 6

o QS Al Baqarah ayat 30

o QS Al Anbiya’ ayat 26

o QS Al Baqarah 285

  1. Coba anda lanjutkan untuk membahas dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari iman kepada malaikat.

LATIHAN

Jawabalah pertanyaan berikut ini dengan benar !

1. Uraikan 3 aspek keimanan !

2. Jelaskan pengertian malaikat dan iman kepada malaikat !

3. Apa persamaan dan perbedaan malaikat dengan manusia ?

4. Bagaimana kedudukan manusia dibandingkan malaikat termasuk kepada makhluk lainnya ?

5. Jelaskan alasan mengapa manusia memiliki derajat yang lebih tinggi dibanding malaikat ?

6. Sebutkan nama-nama malaikat dan tugasnya !

7. Sebutkan tabiat malaikat !

8. Sebutkan sikap dan perilaku yang mencerminkan iman kepada malaikat !

9. Sebutkan hikmah beriman kepada malaikat !

10. Tuliskan 2 hal bukti yang dapat dirasakan bahwa benar malaikat malaikat itu ada !

MATERI BAHAN AJAR  SMK NEGERI 48 JAKARTA

Kelas : X AK 1, X AP 1, X PM 1, X MM, X TP 4 (RSBI)

Posted by: syaunarahman | January 10, 2011

SUMBER HUKUM ISLAM

Pengertian :

Sumber Hukum Islam ialah segala sesuatu yang dijadikan dasar/acuan dalam hukum Islam.

Para ulama sepakat Al Qur’an dan Hadits merupakan sumber utama dalam hukum Islam.

Posted by: syaunarahman | January 6, 2011

Di Italia : Jangan Nikahi Pria Muslim, Please !

 

imageimageIa lebih suka dipanggil dengan nama panggilan barunya, Iman. Sebelum menikah dengan Ahmed, seorang pria asal Yordania, dia penganut Katolik. Imigran asal Kanada yang sudah sepuluh tahun bermukim di Italia ini menjadi Muslim sejak lima tahun lalu, atau dua tahun setelah menikah. Kendati suaminya Muslim, mereka jarang mendiskusikan soal agama. Iman justru mengenal Islam di sekolah anaknya. Seorang teman meminjaminya buku Islam in Focus. Pertanyaan bertahun-tahun yang tak terjawab oleh agamanya ada dalam buku itu.
Misalnya, dalam agamanya yang lama, anak kecil yang meninggal sebelum dibaptis tidak akan masuk surga. Ia akan berkumpul dengan orang-orang senasib di limbo (tempat bagi orang-orang terlantar). Sedang dalam Islam, tak ada dosa asal. Tidak ada dosa nenek moyang yang diturunkan kepada anak cucunya.
Ia pun mantap berislam. Suaminya mendukung dengan suka cita. ”Orang sulit untuk menemukan kebenaran Islam yang sesungguhnya, sebelum dia sungguh-sungguh menjadi Muslim. Saya damai dalam islam,” ujarnya, seperti ditulis Islamicweb.
Jumlah kaum wanita seperti Iman — menikah dengan pria Muslim dan kemudian menjadi Muslimah — jumlahnya meningkat di Italia. Situs BBC Online menyebut, pada tahun 2005 telah terjadi banyak pernikahan antara wanita Katolik dan lak-laki Muslim di Italia. Menurut data dari kantor statistik Italia, ISTAT, pada tahun 2004 lalu ada 19.000 lebih perkawinan beda agama di Italia.
Menggelembungnya jumlah mualaf wanita mulai meresahkan gereja. Para kardinal di Italia baru-baru ini mengingatkan kaum wanitanya agar tidak melakukan ikatan perkawinan dengan laki-laki Muslim, seiring dengan makin meningkatnya jumlah populasi Muslim di negara itu.
Kardinal Camillo Ruini di Roma mengatakan, perbedaan budaya seperti peranan wanita dan pendidikan anak-anak membuat kaum perempuan Katolik mengalami kesulitan jika menikah dengan laki-laki Muslim. “Pengalaman beberapa tahun belakangan ini, membuat kami mengeluarkan himbauan agar tidak melakukan perkawinan campuran, atau dalam kasus apapun tidak membenarkan perkawinan itu,” kata Ruini dalam siaran persnya. Kardinal Ruini juga mengungkapkan secara intrinsik, perkawinan beda agama itu sebagai perkawinan yang rapuh.
Imbauan Ruini agar tidak melakukan perkawinan beda agama ini juga pernah dikeluarkan oleh Kardinal Vatikan, Stephen Hamao. Hamao bahkan menyebut wanita Eropa yang terlanjur menikah dengan laki-laki Muslim sebagai ‘pengalaman pahit.’
Menanggapi himbau gereja Vatikan itu, seorang pendeta Katolik yang juga profesor bidang filsafat di Universitas Kairo, Kristian Van Spen mengatakan, himbauan itu dilatarbelakangi kekhawatiran bahwa wanita Katolik yang menikah dengan laki-laki Muslim nantinya akan masuk Islam. “Selain itu mereka juga khawatir anak-anak hasil perkawinan ini nantinya akan memeluk Islam. Konsekuensinya, jumlah warga Muslim di Italia akan bertambah banyak,” ujar Van Spen.
Bagi Italia, isu nikah campur menjadi hal yang sangat sensitif. Negara ini memiliki angka kelahiran paling rendah di dunia. Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonominya, mereka mengundang tenaga kerja asing, karena jumlah naker di negerinya jumlahnya kurang memadai.
Sepertiga dari imigran yang datang adalah Muslim. Kebanyakan dari mereka berasal dari Tunisia dan Maroko. Kini, jumlah Muslim di negara itu membengkak menjadi 500 ribu orang, atau dua kali lipat dari 10 tahun lalu. Dan, islam kini menjadi agama terbesar kedua di Italia.
imageMomennya terjadi awal tahun 2000 lalu. Bayi yang lahir pertama di tahun tersebut — dijuluki “Model 2000 Italian oleh media massa — adalah anak seorang imigran Maroko. Ditelusur ke belakang, banyak familinya yang berislam karena menikah. Sekitar 10 ribu wanita Italia menikah dengan imigran Muslim dan beranak-pinak pula.
Awal Februari 2002, konferensi para uskup diselenggarakan khusus untuk membahas pernikahan campur Muslim-Kristen. Konferensi merekomendasikan pelarangan pernikahan campur dan pemanfaatan gereja untuk shalat berjamaah. ”Kami khawatir hal ini akan menimbulkan kesan bahwa Kristen tidak mempunyai kepercayaan hakiki,” kata Ennio Antonelli, juru bicara acara itu.
Namun imbauan itu bak angin lalu saja. Penduduk Naples memberi ruang bagi komunitas Muslim untuk mendirikan masjid. Warga kota Palermo dan Modena mendirikan badan penasihat bagi imigran. Kota kecil Meduno mengadopsi pasal-pasal diversitas budaya dalam undang-undang mereka.
Inilah barangkali, yang melandasi imbauan Ruini. Apalagi komunitas Muslim mengusulkan kepada pemerintah agar di sekolah negeri disediakan guru untuk mengajar mata pelajaran Alquran dan bahasa Arab untuk murid Muslim mereka.

Islam di Tetangga Vatikan

Seperti di banyak negara Eropa, Islam tumbuh dengan cepat di Italia. Jumlah imigran Muslim saat ini sebanyak 500 ribu orang, atau 1 persen dari populasi Italia. Mereka umumnya berasal dari Maroko, Albania, Tunisia, Senegal, dan Mesir. Saat ini, jumlah penduduk Muslim di Italia sebanyak 719 ribu orang, dan 25 ribu di antaranya adalah mualaf.
Terdapat sedikitnya 10 organisasi Muslim di negara itu. Berdasar survei yang dilakukan Italiaplease, sebanyak 59,7 persen Muslim Italia menilai pemakaian jilbab tergantung pada pilihan hati masing-masing, tidak diwajibkan.
Di negara ini, terdapat 214 tempat ibadah Muslim. Terbanyak di Italia bagian utara. Masjid pertama berdiri tahun 1980 di Catania, Sicily. Tahun 1988, Masjid Al Rahman di Segrate (Milan) diresmikan penggunaannya. Pendirian masjid ini didanai imigran Muslim dan mualaf. Tahun 1995 masjid terbesar di Eropa dibuka di Monte Antenne, Roma. tri/italiaplease ( tri/islamonline/bbc /Republika Online)

  clip_image002

DEMOKRASI

Dalam bab ini akan dijelaskan tentang perintah musyawarah, prinsip musyawarah, pentingnya musyawarah dan sifat-sifat orang yang beriman.

KOMPETENSI DASAR :

5.1 Membaca QS Ali Imran; 159 dan QS Asy Syura; 38.

5.2 Menyebutkan arti QS Ali Imran 159 dan QS Asy Syura; 38.

5.3 Menampilkan perilaku hidup demokrasi seperti terkandung dalam QS Ali Imran 159, dan QS Asy Syura; 38 dalam kehidupan sehari-hari.

TUJUAN MODUL :

Siswa dapat :

1. Melafalkan huruf hijaiyah dalam satu kata

2. Melafalkan huruf hijaiyah dalam satu kalimat/ayat

3. Menentukan hukum bacaan idzhar, idgham, ihfa’, iqlab dan qalqalah

4. Menyebutkan ma’anil mufradat

Q.S Ali Imran 159

Q.S sy Syura 38

5. Menerjemahkan Q.S Ali Imran 159 dan Asy Yura 38

6. Menyimpulkan kandungan Q.S Ali Imran 159 dan Asy Yura 38

7. Menampilkan perilaku yang mencerminkan pengamalan dari Q.S Ali Imran 159 dan Asy Yura 38

Segala yang ada dalam modul ini dikerjakan secara mandiri dengan bantuan guru baik individu maupun kelompok.

Bagaimana cara mempelajari modul ini ?

Untuk mudahnya kita ikuti petunjuk belajar berikut ini :

  1. Baca uraian materi pada tiap-tiap kegiatan dengan baik.
  2. Kerjakan semua latihn dan tugas-tugas yang terdapat dalam modul
  3. Setelah mengerjakan secara tuntas tanyakan kunci jawaban kepada guru
  4. Catatlah bagian-bagian yang belum anda pahami kemudian diskusikan dengan teman anda atau tanyakan kepada guru atau oang yang dianggap mampu
  5. Bila anda belum menguasai 75% dari kegiatan maka ulangi kembali langkah-langkah dengan seksama

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari kegiatan ini anda diharapkan mempunyai kemampuan sesuai indikator dibawah ini :

1. Melafalkan huruf hijaiyah dalam satu kata

2. Melafalkan huruf hijaiyah dalam satu kalimat/ayat

3. Menentukan hukum bacaan idzhar, idgham, ihfa’, iqlab dan qalqalah

4. Menyebutkan ma’anil mufradat

Q.S Ali Imran 159

Q.S sy Syura 38

5. Menerjemahkan Q.S Ali Imran 159 dan Asy Yura 38

6. Menyimpulkan kandungan Q.S Ali Imran 159 dan Asy Yura 38

7. Menampilkan perilaku yang mencerminkan pengamalan dari Q.S Ali Imran 159 dan Asy Yura 38

B. TADARRUS

1. Q.S. Ali ‘Imran : 159 -160

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

إِنْ يَنْصُرْكُمُ اللَّهُ فَلا غَالِبَ لَكُمْ وَإِنْ يَخْذُلْكُمْ فَمَنْ ذَا الَّذِي يَنْصُرُكُمْ مِنْ بَعْدِهِ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

2. Q.S. Al Baqarah : 233

clip_image004

3. Q.S. Asy Syura : 35 – 38

وَيَعْلَمَ الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي آيَاتِنَا مَا لَهُمْ مِنْ مَحِيصٍ

فَمَا أُوتِيتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَى لِلَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

وَالَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الإثْمِ وَالْفَوَاحِشَ وَإِذَا مَا غَضِبُوا هُمْ يَغْفِرُونَ

وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلاةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَى بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

C. MATERI POKOK

“DEMOKRASI”

D. URAIAN MATERI :

1. PERINTAH MUSYAWARAH

Bacalah ayat-ayat dibawah ini dengan tartil perhatikan tajwid dan kefasihanmu lakukan selama 5 – 10 menit sebelum memulai pelajaran agama islam.

  1. Surat Ali Imran 159 tentang perintah musyawarah.

clip_image005

Artinya : ”Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”

Ayat diatas menjelaskan bahwa dengan adanya rahmat Allah swt, Nabi Muhamad saw, berlaku lemah lembut, tidak bersikap dan berperilaku keras dan kasar. Selain itu dalam pergaulan beliau senantiasa memberi maaf terhadap orang yang berbuat salah serta memohonkan ampun kepada Allah terhadap kesalahan-kesalahan orang yang menyalahi beliau. Rasulullah juga senantiasa bermusyarawarah dengan para sahabatnya tentang hal-hal yang perlu dimusyawarahkan. Keluhuran budi Rasulullah inilah yang menarik simpati orang lain, tidak hanya kawan bahkan lawanpun menjadi tertarik sehingga mau masuk islam.

Oleh karen itu, dapat dipahami bahwa Islam mengajarkan bahwa tatanan kehidupan muslim adalah mengedepankan perdamaian yang menitik beratkan demokrasi/musyawarah.Oleh sebab itu Q.S. Ali ‘Imran : 159 tersebut di atas mempunyai makna/pesan moral agar umat Islam di dalam menjalankan kehidupannya baik dalam berdakwah (mengajak orang lain) untuk memahami Islam, atau berperan sebagai seorang pemimpin (khalifah) hendaknya memperhatikan Q.S. Ali ‘Imran : 159 ( sebagai ciri –ciri kepemimpinan yang baik) yang kandungannya dapat disimpulkan antara lain sebagai berikut :


a. Berlaku lemah lembut terhadap sesama (bersikap simpatik). Maksudnya adalah menjaga tutur kata dengan ucapan yang baik, tidak membuat orang lain marah dan tersinggung, justru merasa dihargai, dan berkomunikasi yang baik.

b. Saling mema’afkan (sikap terbuka dan interaktif). Maksudnya adalah jika terjadi kesalahpahaman saat menyelesaikan persoalan, mungkin saja salah satu dari kita membuat kesalahan. Minta dan berikan ma’af. Mema’afkan kesalahn orang lain adalah bagian dari taqwa (Q.S. 3 : 133 dan 134).

c. Memohon ampun (empati dengan kekurangan dan kesalahan diri dan orang lain).

d. Mengedepankan musyawarah dalam memecahkan suatu persoalan (demokratis).

e. Bertawakkal (memasrahkan diri segela urusan dan keputusan musyarawah kepada Allah).

Penekanan isi ayat ini adalah perintah musyawarah tidak hanya untuk nabi saja tetapi juga untuk semua orang.

Musyawarah berasal dari kata ”syawara” secara bahasa artinya adalah mengeluarkan madu dari sarang lebah, bisa dapat juga diartikan menurut keumuman bahasa Indonesia adalah : berunding, urun rembuk, rapat, mengajukan pendapat dan usul. Sedangkan arti menurut istilah ialah : suatu kegiatan perundingan antar pribadi atau golongan antara 2 orang atau lebih dalam rangka memecahkan mengenai suatu masalah atau beberapa masalah, dengan maksud untuk mengambil keputusan atau kesepakatan bersama.

Dalam bermusyawarah hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip berikut :

a. Musyawarah dilandasi dengan hati yang bersih

b. Bermusyawarah dalam hal-hal yang baik atau tidak mengarah kepada perbuatan dosa dan kejahatan.

c. Bersikap dan berperilaku yang baik misalnya : saling menghargai dan menghormati, berkata yang sopan, tidak memaksakan kehendak dan lain-lain.

d. Berlapang dada, bersedia memberi maaf dan meminta maaf apabila ada kesalahan.

e. Terhadap hasil yang sudah disepakati kita laksanakan bersama dan kita pasrah atau bertawakkal kepada Allah swt.

Penerapan Sikap dan Perilaku :

Sikap dan Perilaku yang mencerminkan penghayatan Q.S. Ali ‘Imran : 159 adalah sebagai berikut :

  1. Menunjukkan sikap lemah lembut terhadap sesama manusia.
  2. Menunjukkan sifat kejujuran dalam mengemukakan pendapat, dan menyampaikan informasi.
  3. Ikhlas saat memberikan ma’af kepada orang lain.
  4. Menghormati pendapat atau saran orang lain, walaupundirinya yang benar.
  5. Senantiasa bertawakkal dengan sabar serta berusaha dan ikhtiar.
  1. Surat Asy Syuura 38 tentang pentingnya musyawarah.

clip_image006

Artinya : ”Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.”

QS. Asy Syura 38 diatas menjelaskan sifat-sifat orang yang beriman yang akan memasuki surga Yaitu :

a. Senantiasa melaksanakan perintah Allah swt, dan meninggalkan larangannya.

b. Disiplin dalam mengerjakan sholat.

c. Selalu bermusyawarah dalam hal-hal yang perlu dimusyawarahkan.

d. Menafkahkan sebagian rizki yang telah dikaruniakan oleh Allah swt. Untuk hal-hal yang diridloiNya.

Musyawarah termasuk salah satu sifat orang yang beriman, hal ini perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari seorang muslim terutama dalam hal-hal yang memang perlu dimusyawarahkan, misalnya : Hal yang sangat penting, sesuatu yang ada hubungannya dengan orang banyak / masyarakat, pengambilan keputusan dan lain-lain.

Dalam kehidupan bermasyarakat musyawarah sangat penting karena :

a. Permasalahan yang sulit menjadi mudah karena dipecahkan oleh orang banyak lebih-lebih kalau yang membahas orang yang ahli.

b. Akan terjadi kesepahaman dalam bertindak.

c. Menghindari prasangka yang negatif, terutama masalah yang ada hubungannya dengan orang banyak

d. Melatih diri menerima saran dan kritik dari orang lain

e. Berlatih menghargai pendapat orang lain.

Penerapan Sikap dan Perilaku

Sikap dan Perilaku yang mencerminkan penghayatan Q.S. Asy Syura : 38 adalah sebagai berikut :

a. Menyeru atau mengajak manusia untuk senantiasa berada di jalan Allah SWT, yang dilakukan dengan cara berdialog atau berdiskusi dengan baik dan penuh argumentasi yang tepat.

b. Terbiasa mendirikan shalat tepat waktu yang dilaksanakan secara berjama’ah, sebagai simbol kekuatan ummat dan kebersamaan.

c. Ikut serta berperan aktif dalam kegiatan organisasi dan peduli terhadap permasalahan di lingkungannya.

d. Selalu bermusyawarah untu mencari jalan keluar dalam menghadapi hal-hal yang penting

e. Peduli kepada kaum dlu’afa dengan kelebihan rezeki yang Allah berikan kepadanya,

E. RANGKUMAN MATERI

a. Surah Ali Imran ayat 159 menjelaskan tentang adanya rahmat Allah swt, yang diberikan kepada Nabi Muhammad saw, sehingga beliau senatiasa berakhlak mulia, berhati lembut, penuh kasih sayang, bersifat dan berperilaku baik yang diridloi Allah swt, selain itu rasulullah juga suka memberi maaf, memohonkan ampun kepada Allah swt, bermusyawarah dalam hal-hal yang perlu dimusyawarahkan dan selalu bertawakkal kepada Allah swt. Akhlak mulia seperti inilah yang perlu kita teladani dalam kehidupan sehari-hari.

b. Surah Asy Syura 38 menjelaskan tentang sifat-sifat orang yang beriman diantaranya : Bertaqwa, disiplin sholat lima waktu, suka bermusyawarah dan menafkahkan hartanya dijalan Allah.

F. LATIHAN DAN TUGAS

Setelah memahami keseluruhan materi kegiatan 1. Kerjakan tugas 1 beikut :

  1. Bentuklah kelompok bersama teman satu kelompok terdiri dari 4 orang
  2. Masing-masing kelompok menyediakan Al Qur’an
  3. Bacalah ayat-ayat diatas secara bersama-sama kemudian bacalah sendiri-sendiri secara bergiliran pada kelompok anda.
  4. Carilah hukum bacaan, cara membaca dan alasannya pada kata yang bergaris dalam ayat berikut ini!

clip_image008

No

Lafadh

Hukum bacaan

Cara membaca

Alasan

1

     

2

     

3

     

4

     

5

     

6

     

7

     

clip_image010

No

Lafadh

Hukum bacaan

Cara membaca

Alasan

1

     

2

     

3

     

4

     
  1. Dalam ayat diatas ada potongan ayat dalam tabel dibawah ini. Carilah ma’na mufradatnya !

a. QS. Ali Imran 159 :

فا عف عنهم …

٨

فبما رحمة …

١

واستعفر لهم …

٩

من الله …

٢

وشاورهم فى الا مر …

١٠

لنت لهم …

٣

فاذاعزمت …

١١

ولو كنت …

٤

فتوكل علي الله …

١٢

فظا غليظ القلب …

٥

ان الله …

١٣

لاتفضوا …

٦

يحب المتو كلين …

١٤

من حولك …

٧

b.QS. Asy Syura 38 :

شورى بينهم …

٥

والذ ين …

١

وممارزقنهم …

٦

ا ستجا بوا لربهم …

٢

ينفقون …

٧

واقاموا الصلوة …

٣

   

وامرهم …

٤

6. Jelaskan isi kandungan :

a. Surat Ali Imran 59 :

1. ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

2. ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

b. Surat Asy Syuura 38

1. ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

2. ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

7. Diskusikan dengan kelompokmu : Sikap perilaku apa yang dapat kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan penerapan QS. Ali Imran 159 dan Asy Syuura 38 !

Materi Bahan Ajar : Kelas X Ak 1, Ap 1, PM 1, MM, dan TP 4

clip_image002[6]


DEMOKRASI

Dalam bab ini akan dijelaskan tentang perintah musyawarah, prinsip musyawarah, pentingnya musyawarah dan sifat-sifat orang yang beriman.

KOMPETENSI DASAR :

5.1 Membaca QS Ali Imran; 159 dan QS Asy Syura; 38.

5.2 Menyebutkan arti QS Ali Imran 159 dan QS Asy Syura; 38.

5.3 Menampilkan perilaku hidup demokrasi seperti terkandung dalam QS Ali Imran 159, dan QS Asy Syura; 38 dalam kehidupan sehari-hari.

TUJUAN MODUL :

Siswa dapat :

1. Melafalkan huruf hijaiyah dalam satu kata

2. Melafalkan huruf hijaiyah dalam satu kalimat/ayat

3. Menentukan hukum bacaan idzhar, idgham, ihfa’, iqlab dan qalqalah

4. Menyebutkan ma’anil mufradat

Q.S Ali Imran 159

Q.S sy Syura 38

5. Menerjemahkan Q.S Ali Imran 159 dan Asy Yura 38

6. Menyimpulkan kandungan Q.S Ali Imran 159 dan Asy Yura 38

7. Menampilkan perilaku yang mencerminkan pengamalan dari Q.S Ali Imran 159 dan Asy Yura 38

Segala yang ada dalam modul ini dikerjakan secara mandiri dengan bantuan guru baik individu maupun kelompok.

Bagaimana cara mempelajari modul ini ?

Untuk mudahnya kita ikuti petunjuk belajar berikut ini :

  1. Baca uraian materi pada tiap-tiap kegiatan dengan baik.
  2. Kerjakan semua latihn dan tugas-tugas yang terdapat dalam modul
  3. Setelah mengerjakan secara tuntas tanyakan kunci jawaban kepada guru
  4. Catatlah bagian-bagian yang belum anda pahami kemudian diskusikan dengan teman anda atau tanyakan kepada guru atau oang yang dianggap mampu
  5. Bila anda belum menguasai 75% dari kegiatan maka ulangi kembali langkah-langkah dengan seksama

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari kegiatan ini anda diharapkan mempunyai kemampuan sesuai indikator dibawah ini :

1. Melafalkan huruf hijaiyah dalam satu kata

2. Melafalkan huruf hijaiyah dalam satu kalimat/ayat

3. Menentukan hukum bacaan idzhar, idgham, ihfa’, iqlab dan qalqalah

4. Menyebutkan ma’anil mufradat

Q.S Ali Imran 159

Q.S sy Syura 38

5. Menerjemahkan Q.S Ali Imran 159 dan Asy Yura 38

6. Menyimpulkan kandungan Q.S Ali Imran 159 dan Asy Yura 38

7. Menampilkan perilaku yang mencerminkan pengamalan dari Q.S Ali Imran 159 dan Asy Yura 38

B. TADARRUS

1. Q.S. Ali ‘Imran : 159 -160

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

إِنْ يَنْصُرْكُمُ اللَّهُ فَلا غَالِبَ لَكُمْ وَإِنْ يَخْذُلْكُمْ فَمَنْ ذَا الَّذِي يَنْصُرُكُمْ مِنْ بَعْدِهِ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

2. Q.S. Al Baqarah : 233

clip_image004

3. Q.S. Asy Syura : 35 – 38

وَيَعْلَمَ الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي آيَاتِنَا مَا لَهُمْ مِنْ مَحِيصٍ

فَمَا أُوتِيتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَى لِلَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

وَالَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الإثْمِ وَالْفَوَاحِشَ وَإِذَا مَا غَضِبُوا هُمْ يَغْفِرُونَ

وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلاةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَى بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

C. MATERI POKOK

“DEMOKRASI”

D. URAIAN MATERI :

1. PERINTAH MUSYAWARAH

Bacalah ayat-ayat dibawah ini dengan tartil perhatikan tajwid dan kefasihanmu lakukan selama 5 – 10 menit sebelum memulai pelajaran agama islam.

  1. Surat Ali Imran 159 tentang perintah musyawarah.

clip_image005

Artinya : ”Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”

Ayat diatas menjelaskan bahwa dengan adanya rahmat Allah swt, Nabi Muhamad saw, berlaku lemah lembut, tidak bersikap dan berperilaku keras dan kasar. Selain itu dalam pergaulan beliau senantiasa memberi maaf terhadap orang yang berbuat salah serta memohonkan ampun kepada Allah terhadap kesalahan-kesalahan orang yang menyalahi beliau. Rasulullah juga senantiasa bermusyarawarah dengan para sahabatnya tentang hal-hal yang perlu dimusyawarahkan. Keluhuran budi Rasulullah inilah yang menarik simpati orang lain, tidak hanya kawan bahkan lawanpun menjadi tertarik sehingga mau masuk islam.

Oleh karen itu, dapat dipahami bahwa Islam mengajarkan bahwa tatanan kehidupan muslim adalah mengedepankan perdamaian yang menitik beratkan demokrasi/musyawarah.Oleh sebab itu Q.S. Ali ‘Imran : 159 tersebut di atas mempunyai makna/pesan moral agar umat Islam di dalam menjalankan kehidupannya baik dalam berdakwah (mengajak orang lain) untuk memahami Islam, atau berperan sebagai seorang pemimpin (khalifah) hendaknya memperhatikan Q.S. Ali ‘Imran : 159 ( sebagai ciri –ciri kepemimpinan yang baik) yang kandungannya dapat disimpulkan antara lain sebagai berikut :


a. Berlaku lemah lembut terhadap sesama (bersikap simpatik). Maksudnya adalah menjaga tutur kata dengan ucapan yang baik, tidak membuat orang lain marah dan tersinggung, justru merasa dihargai, dan berkomunikasi yang baik.

b. Saling mema’afkan (sikap terbuka dan interaktif). Maksudnya adalah jika terjadi kesalahpahaman saat menyelesaikan persoalan, mungkin saja salah satu dari kita membuat kesalahan. Minta dan berikan ma’af. Mema’afkan kesalahn orang lain adalah bagian dari taqwa (Q.S. 3 : 133 dan 134).

c. Memohon ampun (empati dengan kekurangan dan kesalahan diri dan orang lain).

d. Mengedepankan musyawarah dalam memecahkan suatu persoalan (demokratis).

e. Bertawakkal (memasrahkan diri segela urusan dan keputusan musyarawah kepada Allah).

Penekanan isi ayat ini adalah perintah musyawarah tidak hanya untuk nabi saja tetapi juga untuk semua orang.

Musyawarah berasal dari kata ”syawara” secara bahasa artinya adalah mengeluarkan madu dari sarang lebah, bisa dapat juga diartikan menurut keumuman bahasa Indonesia adalah : berunding, urun rembuk, rapat, mengajukan pendapat dan usul. Sedangkan arti menurut istilah ialah : suatu kegiatan perundingan antar pribadi atau golongan antara 2 orang atau lebih dalam rangka memecahkan mengenai suatu masalah atau beberapa masalah, dengan maksud untuk mengambil keputusan atau kesepakatan bersama.

Dalam bermusyawarah hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip berikut :

a. Musyawarah dilandasi dengan hati yang bersih

b. Bermusyawarah dalam hal-hal yang baik atau tidak mengarah kepada perbuatan dosa dan kejahatan.

c. Bersikap dan berperilaku yang baik misalnya : saling menghargai dan menghormati, berkata yang sopan, tidak memaksakan kehendak dan lain-lain.

d. Berlapang dada, bersedia memberi maaf dan meminta maaf apabila ada kesalahan.

e. Terhadap hasil yang sudah disepakati kita laksanakan bersama dan kita pasrah atau bertawakkal kepada Allah swt.

Penerapan Sikap dan Perilaku :

Sikap dan Perilaku yang mencerminkan penghayatan Q.S. Ali ‘Imran : 159 adalah sebagai berikut :

  1. Menunjukkan sikap lemah lembut terhadap sesama manusia.
  2. Menunjukkan sifat kejujuran dalam mengemukakan pendapat, dan menyampaikan informasi.
  3. Ikhlas saat memberikan ma’af kepada orang lain.
  4. Menghormati pendapat atau saran orang lain, walaupundirinya yang benar.
  5. Senantiasa bertawakkal dengan sabar serta berusaha dan ikhtiar.
  1. Surat Asy Syuura 38 tentang pentingnya musyawarah.

clip_image006

Artinya : ”Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.”

QS. Asy Syura 38 diatas menjelaskan sifat-sifat orang yang beriman yang akan memasuki surga Yaitu :

a. Senantiasa melaksanakan perintah Allah swt, dan meninggalkan larangannya.

b. Disiplin dalam mengerjakan sholat.

c. Selalu bermusyawarah dalam hal-hal yang perlu dimusyawarahkan.

d. Menafkahkan sebagian rizki yang telah dikaruniakan oleh Allah swt. Untuk hal-hal yang diridloiNya.

Musyawarah termasuk salah satu sifat orang yang beriman, hal ini perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari seorang muslim terutama dalam hal-hal yang memang perlu dimusyawarahkan, misalnya : Hal yang sangat penting, sesuatu yang ada hubungannya dengan orang banyak / masyarakat, pengambilan keputusan dan lain-lain.

Dalam kehidupan bermasyarakat musyawarah sangat penting karena :

a. Permasalahan yang sulit menjadi mudah karena dipecahkan oleh orang banyak lebih-lebih kalau yang membahas orang yang ahli.

b. Akan terjadi kesepahaman dalam bertindak.

c. Menghindari prasangka yang negatif, terutama masalah yang ada hubungannya dengan orang banyak

d. Melatih diri menerima saran dan kritik dari orang lain

e. Berlatih menghargai pendapat orang lain.

Penerapan Sikap dan Perilaku

Sikap dan Perilaku yang mencerminkan penghayatan Q.S. Asy Syura : 38 adalah sebagai berikut :

a. Menyeru atau mengajak manusia untuk senantiasa berada di jalan Allah SWT, yang dilakukan dengan cara berdialog atau berdiskusi dengan baik dan penuh argumentasi yang tepat.

b. Terbiasa mendirikan shalat tepat waktu yang dilaksanakan secara berjama’ah, sebagai simbol kekuatan ummat dan kebersamaan.

c. Ikut serta berperan aktif dalam kegiatan organisasi dan peduli terhadap permasalahan di lingkungannya.

d. Selalu bermusyawarah untu mencari jalan keluar dalam menghadapi hal-hal yang penting

e. Peduli kepada kaum dlu’afa dengan kelebihan rezeki yang Allah berikan kepadanya,

E. RANGKUMAN MATERI

a. Surah Ali Imran ayat 159 menjelaskan tentang adanya rahmat Allah swt, yang diberikan kepada Nabi Muhammad saw, sehingga beliau senatiasa berakhlak mulia, berhati lembut, penuh kasih sayang, bersifat dan berperilaku baik yang diridloi Allah swt, selain itu rasulullah juga suka memberi maaf, memohonkan ampun kepada Allah swt, bermusyawarah dalam hal-hal yang perlu dimusyawarahkan dan selalu bertawakkal kepada Allah swt. Akhlak mulia seperti inilah yang perlu kita teladani dalam kehidupan sehari-hari.

b. Surah Asy Syura 38 menjelaskan tentang sifat-sifat orang yang beriman diantaranya : Bertaqwa, disiplin sholat lima waktu, suka bermusyawarah dan menafkahkan hartanya dijalan Allah.

F. LATIHAN DAN TUGAS

Setelah memahami keseluruhan materi kegiatan 1. Kerjakan tugas 1 beikut :

  1. Bentuklah kelompok bersama teman satu kelompok terdiri dari 4 orang
  2. Masing-masing kelompok menyediakan Al Qur’an
  3. Bacalah ayat-ayat diatas secara bersama-sama kemudian bacalah sendiri-sendiri secara bergiliran pada kelompok anda.
  4. Carilah hukum bacaan, cara membaca dan alasannya pada kata yang bergaris dalam ayat berikut ini!

clip_image008

No

Lafadh

Hukum bacaan

Cara membaca

Alasan

1

     

2

     

3

     

4

     

5

     

6

     

7

     

clip_image010

No

Lafadh

Hukum bacaan

Cara membaca

Alasan

1

     

2

     

3

     

4

     
  1. Dalam ayat diatas ada potongan ayat dalam tabel dibawah ini. Carilah ma’na mufradatnya !

a. QS. Ali Imran 159 :

فا عف عنهم …

٨

فبما رحمة …

١

واستعفر لهم …

٩

من الله …

٢

وشاورهم فى الا مر …

١٠

لنت لهم …

٣

فاذاعزمت …

١١

ولو كنت …

٤

فتوكل علي الله …

١٢

فظا غليظ القلب …

٥

ان الله …

١٣

لاتفضوا …

٦

يحب المتو كلين …

١٤

من حولك …

٧

b.QS. Asy Syura 38 :

شورى بينهم …

٥

والذ ين …

١

وممارزقنهم …

٦

ا ستجا بوا لربهم …

٢

ينفقون …

٧

واقاموا الصلوة …

٣

   

وامرهم …

٤

6. Jelaskan isi kandungan :

a. Surat Ali Imran 59 :

1. ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

2. ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

b. Surat Asy Syuura 38

1. ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

2. ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

7. Diskusikan dengan kelompokmu : Sikap perilaku apa yang dapat kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan penerapan QS. Ali Imran 159 dan Asy Syuura 38 !

Menjaga Kelestarian Lingkungan

clip_image001

Allah swt mengangkat manusia sebagai khalifah di bumi yang diberi tugas untuk memelihara dan melestarikan alam ini, sehingga akan tercapai kemakmuran dan kebahagiaan bagi umat manusia itu sendiri. Manusia dilarang merusak alam dan lingkungannya karena akan berakibat merugikan bagi umat manusia serta alam dan lingkungannya.

Ajaran agama hendaknya dilaksanakan dan diamalkan dengan sebaik-baiknya. Jika ajaran agama diamalkan oleh setiap pribadi muslim, tidak akan terjadi kerusakan alam dimana-mana yang dapat merusak ekosistem sebagaimana dapat kita lihat dan kita rasakan pada akhir-akhir ini. Terjadinya bencana alam dimana-mana, panas bumi yang meningkat, musim yang tidak beraturan, dan masih banyak peristiwa lain yang menimpa dan merugikan penghuni bumi ini.

A. AL-QUR’AN SURAH AR-RUM AYAT 41-42

1. Membaca

Bacalah Q.S. Ar-Rum ayat 41-42 berikut dengan bacaan yang benar!

image

Artinya : “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar). Katakanlah (Muhammad), “Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).” (Q.S. Ar Rum (30) : 41-42

2. Tulislah lafal terjemahan kata dari :

                        : telah nampak, telah timbul                             : ulah tangan, manusia

                        : kerusakan                                                        : agar mereka merasakan

                        : di darat                                                            : sebagian yang

                        : dan di laut                                                       : perbuatan mereka

                        : dengan sebab apa                                            : agar, supaya mereka

                        : yang telah dilakukan                                        : kembali

                        : berjalanlah kamu sekalian                                : yang telah lalu

                        : perhatikanlah oleh kalian                                  : kebanyakan mereka

                        : akibat, kesudahan

3. Penerapan ilmu tajwid Q.S. Ar-Rum ayat 41-42

No

Lafal

Keterangan

1.

 

2.

 

3.

 

4.

 

5.

 

6.

               image

              image

       image

        image

         image

            image

dinamakan bacaan izhar qamariyah (“Al” qamariyah) sebab alif lam ( ال ) berhadapan dengan huruf qamariyah, yaitu fa’ (ف )

dibaca mad asli atau mad tabi’i sebab ada huruf alif (ا ) terletak sesudah fathah

dibaca idgam syamsiyah (“AL” syamsiyah) sebab huruf alif lam ( ال ) berhadapan dengan salah satu huruf syamsiyah, yaitu huruf nun ( ن )

mad tabi’i disebabkan ada huruf ya’ mati ( ﻱْ ) terletak sesudah harakat kasrah. Panjang bacaan 2 huruf

hukum bacaannya ialah mad ‘arid lis sukun, sebab ada satu huruf terletak sesudah mad tabi’i dan dibaca waqaf (berhenti). Panjang bacaan 2 harakat

dibaca ikhfa’ haqiqi, sebab ada nun sukun ( ﻥْ ) bertemu dengan salah satu huruf ikhfa’ yaitu qaf ( ق ). Cara membacanya samar-samar

4. Kandungan Al-Qur’an Surah Ar-Rum ayat 41-42

Kerusakan di bumi ini terjadi hanyalah karena tangan-tangan jahil manusia, sehingga terjadi banyak musibah dan bencana dimana-mana. Misalnya: banjir, angin tornado, gempa bumi, tsunami dan sebagainya, yang banyak menelan korban. Oleh karena kebanyakan manusia tidak mengindahkan ayat-ayat Allah swt.

Kerusakan yang terjadi dapat dikelompokkan menjadi lima bidang, yaitu:

a. Kerusakan dalam bidang akidah atau keimanan. (Q.S. Al-Baqarah : 8 dan Q.S. Al-Hujurat : 14-15.

b. Kerusakan di bidang mental dan kecerdasan manusia (intelektual) (Q.S. Al-Hajj : 8-10).

Manusia yang terganggu mentalnya dengan ciri-ciri :

· Berbuat zalim dan bodoh (Q.S. An Naml : 14)

· Tidak mendengar petunjuk ( Q.S. Al Qashash : 56)

· Tindakannya ragu-ragu (Q.S. 11)

· Tidak kritis, selalu pasrah dan selalu menerima (Q.S. Al Maidah : 104)

· Terpengaruh dengan ilmu atau budaya lain yang merusak (Q.S. Al An’aam : 116)

Sedangkan anusia yang terganggu intelektualnya dengan ciri-ciri :

· Suka kepada dongeng atau hal-hal yang berbau mistik (Q.S. Al An’aam : 25)

· Tidak pernah mengkaji Al Qur’an (Q.S. Yunus : 39)

· Tidak menerima Al Qur’an sebagai pedoman (Q.S. Al Maidah : 48-50)

· Mudah terpengaruh lingkungan (Q.S. Al Furqaan : 27 dan 30)

· Tidak mau melihat fakta (Q.S. Yunus : 29)

c. Kerusakan di bidang pembinaan dalam kehidupan keluarga.(Q.S. An-Nur : 58-60).

d. Kerusakan harkat dan martabat manusia.( Q.S. Al-Baqarah : 195)

e. Kerusakan dalam bidang material dan sumber daya alam.( Q.S. Al-Qashash : 77).

Beberapa contoh lain mengenai penyalahgunaan sumber-sumber alam dapat disebutkan sebagai berikut ;

a. Perusakan tanah pertanian dan lautan

b. Pencemaran udara dan sumber-sumber air

c. Pengurasan hasil-hasil tambang

d. Penggundulan dan pembakaran hutan-hutan

e. Tidak adanya perlindungan terhadap binatang-binatang

f. Pembangunan kota dan pemukiman tidak pada tempatnya.

Di antara isi pokok kandungan yang lain dari pemahaman ayat tersebut :

a. Manusia diciptakan Allah sebagai khalifah di muka bumi memiliki kewajiban mengelola, memelihara dan memanfaatkan alam yang telah Allah ciptakan untuk kepentingan dan kesejahteraan seluruh makhluk Allah.

b. Ketidak pedulian terhadap sumber daya alam mengakibatkan kerusakan lingkungan yang memperihatinkan manusia itu sendiri

c. Kerusakan alam baik di darat maupun di laut adalah akibat ulah tangan manusia itu sendiri

d. Islam melalui pemahaman ayat Al Qur’an pengerusakan lingkungan, karena untuk menjamin kesejahteraan hidup manusia membutuhkan keserasian ekosistem

5. Sikap dan perilaku yang mencerminkan Q.S. Ar-Rum ayat 41-42

a. Cinta lingkungan alam sekitar

b. Selalu menjaga dan memelihara kelestraian alam

c. Tidak merusak habitat alam

d. Tidak melakukan pencemaran lingkungan hidup

e. Cinta kebersihan lingkungan

f. Bumi serta isinya merupakan ciptaan Allah yang diperuntukkan bagi kesejahteraan manusia tugas manusia adalah menjaga alam semesta agar tetap dalam keadaan baik dan lestari.

g. Sumber alam yang ada merupakan anugrah yang datangnya dari Allah swt, ada yang tidak dapat diperbaharui, seperti barang tambang, dan ada pula yang dapat diperbaharui. Bila manusia tidak memiliki kepedulian pada sumber alam tersebut, semuanya akan punah seperti banyak fakta yang sudah diungkapkan para ilmuwan.

h. Pengalaman merupakan guru yang terbaik. Allah swt telah memberi peringatan dengan beragam kisah manusia yang sudah berbuat ker usakan dan dampaknya dapat dibuktikan.

i. Peduli dan menjaga kelestarian lingkungan mulai yang terkecil (rumah tangga, sekolah) sampai yang lebih luas (RT, RW, kampong, desa, dan seterusnya).

j. Senantiasa memelihara tatanan non fisik, misalnya ajaran agama, norma dan adat istiadat setempat sehingga tercapai kebahagiaan hakiki (jasmani dan rohani).

B. AL-QUR’AN SURAH AL-ARAF’ AYAT 56-58

1. Membaca

Bacalah Q.S. Al-A’raf ayat 56-58 berikut dengan bacaan yang benar!

image

Artinya : “Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdo’alah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan. Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa kabar gembira, mendahului kedatangan rahmat-Nya (hujan), sehingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerh yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. Kemudian Kami tumbuhkan dengan hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran. Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya subur dengan izin Tuhan; dan tanah yang buruk, tanaman-tanamannya yang tumbuh merana. Demikianlah kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kebesaran Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.” (Q.S. Al-A’raf (7) : 56-58)

2. Tulislah lafal terjemahan kata dari :

                          : dan janganlah                                       : mendung, tebal, berat

                                    : kamu berbuat kerusakan                      : Kami halau dia

                                    : memperbaikinya                                   : untuk berbagai daerah/tanah/negara

                                    : dan berdoalah kepada-Nya                    : mati, tandus

                                    : perasaan takut                                      : kami keluarkan dengai air hujan

                                    : penuh pengharapan                              : buah-buahan

                                    : dekat                                                    : kamu mengambil pelajaran

                                    : orang-orang yang berbuat baik            : yang baik

                                    : mengutus, mengirim, meniupkan                           : tanaman-tanamannya

                                    : angin                                                                      : tidak baik, buruk

                                   : pembawa berita yang menggembirakan                   : kerdil/merana

                                   : sebelum kedatatangan, di hadapan                         : Kami jelasakan

                                   : membawa                                                                : bersyukur

                                   : awan

3. Penerapan ilmu tajwid dalam Surah Al-A’raf ayat 56-58, isilah lafalnya.

No

Lafal

Nama Bacaan

Cara Membaca

Sebab/Karena

1.

2.

3.

4.

5.

6.

 

Mad tabi’i

Qalqalah sugra

Idgam bigunah

Idgam bigunah

Iqlab

Mad ‘arid lis sukun

Panjang 2 harakat

Memantul ringan

Masuk/melebur dengan mendengung

Masuk/melebur dengan mendengung

Membaca membalik atau mengubah bunyi dari n ke m = “ranba” menjadi ramba

Membaca panjang 2- 6 harakat dan berhenti/wakaf

Ada wawu sukun ( )

Ada huruf qalqalah berharakat sukun asli ( )

Ada tanwin ( ) bertemu dengan huruf idgam bigunah yaitu wawu ( )

Ada tanwin ( ) bertemu huruf idgam bigunah yaitu mim ( )

Ada tanwin ( ) bertemu huruf iqlab yaitu ba’ ( )

Ada satu huruf sesudah mad tabi’i dan dibaca waqaf

4. Kandungan Q.S. Al-A’raf ayat 56-58

a. Allah swt menjelaskan bahwa Dialah Sang Pencipta langit dan bumi beserta segala isinya, sekaligus pula yang memelihara dan mengaturnya.

b. Allah-lah yang memberikan rezeki kepada semua makhluk-Nya di bumi ini. Dialah pemberi kehidupan dan yang menghidupkan kembali di akhirat kelak. (Q.S. Muhammad :15-16).

c. Allah menciptakan bumi ini dalam keadaan baik dan sempurna. Adapun kerusakan-kerusakan yang terjadi yang berakibat petaka, musibah, serta bencana alam dan sebagainya hanyalah karena ulah tangan manusia itu sendiri.

d. Allah swt menerangkan bahwa Dia yang mengirimkan angin kesegala penjuru, memberi kabar gembira akan datangnya musin penghujan dengan turunnya hujan, tumbuh-tumbuhan yang telah layu, kering, tandus bahkan hamper mati, akan kembali subur kemudian akan menghasilkan bemacam-macam buah-buhan yang sangat berguna bagi manusia.

Diriwayatkan oleh Ahmad, Bukhari dan Muslim, dan Nasai dari Abu Musa Al Asy’ary. Dia berkata: Rasulullah SAW bersabda : Perumpamaan ilmu dan petunjuk yang akan aku diutus untuk menyampaikannya adalah seperti hujan lebat yang menimpa bumi. Maka ada di antara tanah itu yang bersih (subur) dan dapat menerima hujan itu, lalu menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rumput yang banyak. Tetapi, ada pula di antaranya tanah yang lekang (keras) yang tidak meresapi air hujan itu dan tidak menumbuhkan sesuatu apa pun. Tanah itu dapat menahan air (mengumpulkannya) sehingga manusia dapat mengambil manfaat dari air itu, maka dapat minum, mengairi, bercocok tanam. Tanah-tanah yang beraneka ragam itu adalah perumpamaan bagi orang yang dapat memahami agama Allah. Lalu ia mendapat manfaat dari petunjuk-petunjuk itu dan mengajarkannya kepada manusia, dan perumpamaan pula bagi orang-orang yang tidak memedulikannya dan tidak mau menerima petunjuk itu. Nabi Muhammad SAW memberikan predikat (julukan) Al Hadi (orang yang memberi manfaat untuk dirinya, orang yang dapat memahami agama Allah untuk dirinya dan mengamalkannya) dan Al Muhtadi (orang yang dapat manfaat untuk dirinya dengan memahami agama Allah dan memberikan manfaat kepada orang lain), dan memberikan predikat Al Jahid kepada golongan ketiga yang tiada manfaat untuk dirinya dengan tidak mau memahami agama Allah dan tidak dapat memberikan manfaat untuk orang lain.

Kesimpulan Q.S. Al A’raaf : 56-58 :

1. Larangan berbuat kerusakan di muka bumi karena bumi sudah diciptakan baik untuk manusia

2. Perintah berdo’a kepada Allah dengan rasa takut (tidak diterima) dan penuh harap (agar diterima)

3. Allah SWT telah memberikan rahmat berupa angin yang membawa awan menjadi hujan

4. Dengan air hujan Allah menumbuhkan beraneka ragam tumbuhan

5. Allah Maha Kuasa dalam menciptakan tanah yang subur dan yang tandus

5. Sikap dan perilaku yang mencerminkan Q.S. Al-A’raf ayat 56-58

a. Tidak suka berbuat kerusakan

b. Rajin berdoa kepada Allah

c. Gemar berbuat kebaikan

d. Selalu mengambil pelajaran (i’tibar) dari peristiwa alam

e. Selalu bersyukur kepada Allah

f. Manusia memperoleh kebutuhan hidupnya di bumi. Manusia sebagai khalifah-Nya diharapkan dapat menjaga dengan baik supaya bumi tidak rusak yang merugikan manusia itu sendiri.

g. Peduli terhadap kelestarian alam, berbuat sesuatu disertai rasa tanggung jawab, serta banyak berdoa kepada Allah swt dengan rasa takut (khawatir tidak diterima) dan berharap (agar doanya dikabulkan), sehingga terhindar dari perbuatan yang tidak baik apalagi merugikan pihak lain.

h. Senantiasa berhati-hati dalam kehidupan di bumi, karena sekecil apapun yang dibuat, kelak akan diminta tanggung jawabnya di akhirat.

i. Berupaya meningkatkan pemahaman agama Allah yang benar agar mampu memberi manfaat kepada orang lain seperti contoh tanam-tanam tumbuh subur dan berbuah yang memberi manfaat.

C. AL-QUR’AN SURAH SAD AYAT 27

1. Membaca

Bacalah Q.S. Sad ayat 27 berikut dengan bacaan yang benar!

image

Artinya : ”Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya dengan sia-sia. Itu anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang yang kafir itu karena mereka akan masuk neraka”. (Q.S. Sad (38):27)

2. Tulislah lafal terjemahan kata dari :

                                                : dan tidak

                                                : kami ciptakan

                                                : dan apa-apa daiantara keduanya

                                                : sia-sia, tanpa hikmah

                                               : sangkaan

                                               : bagi orang-orang yang

                                              : dari azab neraka

                                              : pantaskah kami jadikan

                                              : seperti orang-orang yang membuat kerusakan

                                              : seperti orang-orang yang berdosa

3. Penerapan ilmu tajwid dalam Q.S. Sad ayat 27, isilah lafalnya.

No

Lafal

Nama Bacaan

Cara Membaca

Sebab/Karena

1.

2.

3.

4.

5.

 

Mad wajib muttasil

Mad layin

Tanda waqaf aula

Mad layin

Mad ‘arid lis sukun

Panjang 5-6 harakat

Membaca lunak (… ai)

lebih baik waqaf (berhenti)

Membaca lunak (… ai)

panjang 4-6 harakat

Ada hamzah sesudah mad tabi’i

Ada ya’ sukun (mati)

sesudah fathah

-

Ada ya’ sukun (mati) sesudah fathah

Mad tabi’i bertemu satu huruf dibaca waqaf

4. Kandungan Q.S. Sad ayat 27

a. Alam semesta diciptakan oleh Allah swt sangat banyak manfaatnya bagi umat manusia. Sesuai Q.S. Al-Baqarah ayat 164. Seluruh kebutuhan manusia telah disediakan oleh Allah swt dan bagaimana manusia dapat memanfaatkan sebesar-besarnya untuk manusia itu sendiri di muka bumi ini.

b. Manusia diciptakan Allah hanya untuk menyembah dan mengabdi kepada-Nya, melestarikan lingkungan dengan cara menjaga, merawat, tidak merusaknya merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada Allah swt.

c. Orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt tidak akan diperlakukan oleh Allah sama dengan orang-orang yang durhaka dan kafir terhadap-Nya.

5. Sikap dan perilaku yang mencerminkan Q.S. Sad ayat 27

a. Dapat mengambil hikmah dari penciptaan alam semesta

b. Selalu beriman kepada Allah

c. Suka beramal soleh

d. Tidak berbuat kerusakan

e. Orang yang beriman akan menjaga lingkungan

f. Seseorang akan bertambah kuat imannya apabila mau berpikir dan merenung tentang keberadaan alam semesta ini serta segala isinya termasuk dirinya. Sesuai Q.S. Ali-Imran ayat 190 dan 191.

g. Orang yang beriman akan memanfaatkan seluruh isi alam ini dengan sebaik-baiknya dan berusaha untuk memelihara, melestarikan, serta menjaga dari kerusakan. Sesuai Q.S. Fatir ayat 27-28.

h. Orang yang beriman kepada Allah swt akan tumbuh kesadaran untuk selalu berbuat baik dan beramal tanpa ada rasa terpaksa. Sesuai Q.S. Fatir ayat 19-22.

D. Penerapan Sikap dan Perilaku

Beberapa perilaku yang dapat diterapkan berkaitan dengan menjaga kelestarian lingkungan hidup, antara lain sebagai berikut :

1. Tidak membuang sampah sembarangan

2. Memilah dan memilih sampah yang dapat didaur ulang dengan yang tidak

3. Menanam pohon agar lingkungan menjadi hijau dan segar

4. Tidak suka membunuh hewan sembarangan karena bisa merusak ekosistem

5. Berhemat dalam memakai peralatan dan bahan baker

6. Tidak membuat polusi terhadap udara

7. Hemat dalam menggunakan listrik dan air bersih

8. Mulai melakukan pola sehat dan dimulai dari diri sendiri

9. Gemar mencari cara yang hemat dan tepat guna serta memberitahukan kepada lingkungan sekitar

10. Sering mencari informasi mengenai cara menjaga lingkungan yang baik, khususnya pada lembaga yang berkompeten

11. Menyadari bahwa melestarikan lingkungan adalah tanggung jawab kita semua sehingga menjadi rahmat bagi seluruh alam.

TUGAS KEGIATAN BELAJAR 1

Diskusikan bersama teman sekelompok belajarmu, kemudian hasilnya kamu tulis pada selembar kertas!

1. Apakah yang pernah dilakukan jika melihat orang membuang sampah di sungai atau di parit?

2. Apa yang kamu lakukan, jika kamu melihat orang memotong tanaman perindang untuk memberi makan hewan ternak piaraannya?

TES FORMATIF 1

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar!

1. Sebutkan nama hukum bacaan sesuai kaidah ilmu tajwid serta berikan alasan apa sebabnya pada lafal yang bergaris bawah dalam ayat berikut!

image

Jawab: …………………………………………………………………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

2. Apa nama tanda-tanda waqaf berikut!

a.

b.

c.

d.

e.

f.

g.

h.

Jawab: …………………………………………………………………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

3. Apakah yang menyebabkan manusia sering membuat kerusakan di bumi maupun di laut ?

4. Tulislah dari ayat-ayat di atas pada hukum bacaan :

     a. Ikhfa Syafawi

     b. Idzhar Syafawi

     c. Qalqalah Shugra

     d. Mad Iwadl

     e. Tafkhim

     f. Iqlab

     g. Mad Jaiz Munfashil

     h. Idgham Bighunnah

     i. Mad Wajib Muttashil

     j. Mad Shilah Qashiroh

« Newer Posts - Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.